Dobrakan Kartini-Kartini Indonesia Di Arena Terbesar Dunia

11 May 2010

Jika pemikiran RA Kartini mendobrak tembok tebal yang mengurung wanita Indonesia untuk dapat maju dan sejajar dengan kaum pria di berbagai bidang, maka Kartini-Kartini penerusnya dapat mendobrak kebuntuan prestasi Indonesia di arena multi event olahraga terbesar di dunia , Olimpiade. Wanita Indonesia lah yang pertama kali mencatatkan nama Indonesia di daftar peraih medali Olimpiade , yang mengangkat nama bangsa kita sejajar dengan negara-negara berprestasi lainnya di dunia.

logo-olompiade

Seorang atlet dikatakan berprestasi di Olimpiade apabila atlet itu dapat meraih medali emas,perak, atau perunggu.

Bangsa Indonesia yang telah merdeka sejak 1945 mulai mengikuti ajang Olimpiade pada tahun 1952 di Helsinki. Hingga lewat 3 dekade tidak ada prestasi yang diciptakan oleh atlet-atlet Indonesia di Olimpiade. Hingga akhirnya srikandi-srikandi wanita Indonesia secara perkasa menancapkan panah prestasi untuk pertama kalinya bagi Indonesia pada tahun 1988 di Seoul. Trio srikandi pemanah Indonesia ini berhasil meraih medali pertama bagi Indonesia di ajang Olimpiade yaitu medali perak.

Keperkasaan Kartini-Kartini kita belum berakhir disitu saja. Bahkan di Olimpiade berikutnya, wanita Indonesialah yang mencetak sejarah untuk pertama kalinya bagi Indonesia dengan meraih prestasi tertinggi medali emas. Lewat kedahsyatan pukulan raket seorang wanita Indonesia berkumandanglah kebanggaan kita lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya pada arena Olimpiade di Barcelona pada tahun 1992. Hingga kini, Kartini-Kartini yang lain pun tetap berprestasi di arena Olimpiade.

Berikut ini adalah sosok Kartini-Kartini perkasa yang berprestasi di arena Olimpiade :

1. TRIO SRIKANDI ( Nurfitriyana Lantang, Kusuma Wardhani, Lilies Handayani)

nurfitriyana_saimanlilies_handayani1kusumawardhani

foto: wikipedia

Trio Nurfitriyana Lantang,Lilies Handayani,Kusuma Wardhani adalah pencetak sejarah medali pertama bagi Indonesia di arena Olimpiade. Di bawah asuhan pelatih Donald Pandiangan yang berpengalaman bertanding di Olimpiade, trio pemanah ini dengan gagah berani bertanding menghadapi kekuatan panah dunia, Amerika Serikat ,Uni Soviet, dan Korea Selatan. Walaupun pada akhirnya bidikan panah mereka kalah tipis dengan pemanah tuan rumah Korea Selatan di final, namun raihan medali perak trio srikandi di Olimpiade Seoul 1988 ini ,menjadi pionir bagi atlet-atlet Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade berikutnya. Untuk pertama kalinya, Bendera Sang Saka Merah Putih pun berkibar di podium kehormatan acara penyerahan medali.

2. SUSI SUSANTI

susi-susanti1 Foto : antara

Lagu Indonesia Raya akhirnya berkumandang untuk pertama kali di podium medali Olimpiade . Tetes air mata bahagia dari seorang wanita yang berdiri di podium kemenangan saat lagu Indonesia Raya berkumandang, sangat menggugah rasa kebanggaan nasionalisme kita. Susi Susanti berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di pentas Olimpiade. Kiprah Susi Susanti di dunia bulutangkis sangat luar biasa. Susi Susanti merupakan juara sejati. Susi sudah meraih semua gelar bergengsi di cabang bulutangkis, baik Kejuaraan Dunia, All England, Final Grand Prix, Piala Uber, dan Olimpiade. Sikap tenang tanpa emosi di saat-saat angka penentuan, dan semangat pantang menyerah meski skornya tertinggal jauh dari lawan, membuat para pendukungnya menaruh percaya bahwa Susi pasti menang. Di final Olimpiade 1992 ia berhasil menundukkan musuh bebuyutannya di masa itu, Bang Soo Hyun. Pada olimpiade berikutnya tahun 1996 di Atlanta, Susi masih berprestasi dengan meraih medali perunggu.

3. MIA AUDINA

mia2

Gaya bermainnya yang lentur seperti karet sangat di kenang pencinta bulutangkis. Mia adalah penerus kejayaan Susi Susanti di cabang bulutangkis. Pada tahun 1994 di usia relatif muda 15 tahun, Mia menjadi pahlawan olahraga nasional karena menjadi pemain penentu kemenangan Indonesia di final Kejuaraan Beregu Putri Piala Uber. Di Olimpiade Atlanta 1996 atlet bertubuh mungil ini berhasil masuk partai final bulutangkis tunggal putri, walaupun akhirnya ia harus mengakui keunggulan lawannya Bang Soo Hyun. Pada tahun 1999 Mia menikah dengan seorang pria Belanda dan berpindah kewarganegaraan mengikuti suaminya. Namun walapun setelah menikah pun Mia tetap dapat berprestasi hebat. Di Olimpiade Athena 2004 ,Mia kembali meraih medali perak.

4. RAEMA LISA RUMBEWAS

20091211202541-lisa-rumbewas-111209

Seorang Lisa Rumbewas memang betul-betul perkasa. Kartini asal Papua ini berhasil dua kali meraih prestasi di Olimpiade pada cabang yang menggunakan kekuatan otot — angkat besi.

Prestasi pertamanya di Olimpiade Sidney 2000. Di kelas 48 kg cabang angkat besi putri, Lisa berhasil mengangkat total beban 185 kg dan meraih medali perak. Di Olimpiade Athena 2004, Lisa yang bertanding di kelas 53kg angkat besi putri berhasil mengangkat total beban 210 kg dan kembali meraih medali perak bagi Indonesia.

5. MINARTI TIMUR

trikus-minarti Foto : Sejahtera Badminton

Sebelum menjadi pemain spesialis ganda campuran, Minarti Timur adalah pemain bulutangkis tunggal putri. Minarti banyak berprestasi di ganda campuran terutama saat berpasangan dengan Tri Koesharjanto. Pasangan ini berhasil meraih medali perak di Olimpiade Sidney 2000.

6. SRI INDRIYANI

sri-indriyani Foto : Antara

Sri Indriyani juga seorang Kartini yang perkasa. Dia juga merupakan atlet angkat besi putri. Di Olimpiade Sidney 2000, Sri yang bertanding di kelas yang sama– 48 kg– dengan Lisa Rumbewas, berhasil merebut medali perunggu.

7. WINARNI

Keperkasaan lifter putri kita memang sangatlah membanggakan. Winarni yang bertanding di kelas 53 kg cabang angkat besi putri Olimpiade Sidney 2000 berhasil meraih medali perunggu.

8. LILYANA NATSIR

lilyana-natsir1 Foto : Antara

Gadis asal Manado ini berhasil meraih medali perak di Olimpiade Beijing 2008 di cabang bulutangkis ganda campuran bersama pasangannnya Nova Widianto. Lilyana dan Nova juga pernah dua kali merebut gelar kejuaraan dunia. Lilyana masih aktif bermain dan diproyeksikan untuk kembali ikut di Olimpiade London 2012 mendatang.

9. MARIA KRISTIN YULIANTI

maria-kristinDunia bulutangkis khususnya tunggal putri sempat vakum prestasi sejak berakhirnya era Susi Susanti dan Mia Audina. Akhirnya Maria Kristin berhasil membangkitkan kembali pamor Indonesia di mata dunia bulutangkis di sektor tunggal putri. Setelah beberapa bulan sebelumnya ikut membawa Indonesia masuk final Piala Uber, Maria Kristin berhasil merebut perunggu di Olimpiade Beijing 2008 di antara gempuran keperkasaan pebulutangkis tuan rumah China.

Semua prestasi wanita-wanita perkasa tadi kiranya dapat diteruskan oleh Kartini-Kartini yang lain. Bukan tidak mungkin di masa depan sejarah dibuat lagi oleh wanita Indonesia, seperti meraih lebih dari satu emas Olimpiade di tahun yang sama. Ayo Kartini-Kartini Indonesia, buktikan lagi kepada dunia bahwa prestasi wanita Indonesia dapat dibanggakan.

Postingan ini adalah bagian dari acara Inspiring Women Blogdetik


TAGS Inspiring Woman kontes BLOG 2010


-

Author

Follow Me