Berawal Dari Pencetan Jari

16 Dec 2010

keyboard

Active campaigner and be a model urban citizens. Yuk. Demikian arsitek Ridwan Kamil menyeru di akun twitternya, @ridwankamil. Dia menjawab pertanyaan bagaimana orang biasa bisa memberi kontribusi untuk mewujudkan kota yang lebih baik. Sebelumnya Ridwan memang berkicau soal tren kota-kota yang beradab, seperti apa wujudnya, bagaimana cara mencapainya, dan kesalahan-kesalahan yang kerap dijumpai dalam penataan sebuah kota. Semuanya dituangkan dalam twit berserinya untuk berbagi pemahaman atas satu topik -biasa disebut kultwit.

Bukan tidak mungkin kegiatan Ridwan yang dilakukannya di ruang tunggu bandara itu bisa memicu perbaikan, karena virus kesadaran bakal menyebar. Orang-orang yang menyimaknya tercerahkan, menularkan, kemudian berlanjut dengan aksi-aksi konkret untuk perbaikan kota dalam hal ini. Selanjutnya bisa menjadi gerakan sosial yang masif, atau setidaknya menambah orang-orang yang tidak menambah masalah perkotaan.

Di era daring dewasa ini, pola seperti itu sangat mungkin terjadi. Gerakan sosial untuk perbaikan dimulai dari kesadaran pada kerumunan di ranah maya yang terjalin oleh social media, bisa melalui situs pertemanan, mailing list, forum maya, atau sekedar kelompok- kelompok kecil di ruang chatting. Tidak jarang, kesadaran bersama yang terus menggelinding itu awalnya hanya dipicu dari celetukan seseorang melalui social media, yang mungkin dilakukan saat iseng memainkan gadget karena mati gaya saat menunggu pesanan makanan tak kunjung tiba misalnya. Celetukan ada yang menimpali, dan lanjut membesar.

Soal ini sudah banyak bukti. Satu contoh, keberhasilan Coin a chance, gerakan mengumpulkan uang receh yang digunakan untuk bantuan pendidikan, hingga menginspirasi banyak orang sehingga menjadi model yang sexy untuk penggalangan dana. Soal pemberantasan korupsi, masih jelas bagaimana penggalangan dukungan di Facebook bisa merebut opini publik. Atau yang belum lama, dari aliran sumbangan untuk bencana Merapi dan Mentawai, banyak di antaranya datang dari grup kecil di Blackberry Massanger misalnya. Ketika kepedulian sudah membulat, mereka mewujudkannya dengan aksi nyata memberikan bantuan.

Dari contoh-contoh itu terlihat, gerakan sosial yang besar, langkah-langkah perbaikan di semua segmen kehidupan, bisa meruyak melalui social media, lebih efektif : lebih cepat dan tepat sasaran. Tidak harus dengan langkah besar atau aksi yang berdarah-darah, tapi bisa dipantik dari langkah kecil,berawal dari pencetan jari di keyboard gadget kita . Terbukti sentilan melalui social media ini bisa bergaung luas dengan cepat. Sebuah rumah sakit pun pernah jerih dengan adanya curhat mantan pasiennya di sebuah milis, sampai-sampai menempuh jalur hukum sehingga kasusnya justru membesar tak terkendali. Begitulah.

Nah, jika Anda sudah mulai terganggu dengan genangan air di jalan misalnya, coba saja lontarkan di laman Facebook atau akun Twitter Anda. Niscaya akan bersambut, sehingga masalah mencuat dan terpeta. Syukur-syukur kalau Anda berbagi solusi sudah membuat lubang resapan yang sederhana di rumah, akan menjadi efektif sebagai satu langkah penanggulangan jika kemudian banyak yang meniru. Bisa jadi orang lain yang sudah melakukan hal sama akan berbagi dan bersama-sama mengembangkan.

Sumber :dikutip dari klikhati.com

ilustrasi : from Google


TAGS Inspirasi untuk Indonesia Memajukan Bangsa. SHARING


-

Author

Follow Me