Bisakah Kita Menyamakan Visi ? (Sebuah Surat Untuk DBLOGGER)

29 Dec 2010

dblogger-logo

Satu pesan masuk di inbox saya pagi ini. Dan itu membuat hati saya tergelitik yang kali ini saya artikan berniat bergerak untuk berbagi cerita dengan teman-teman semua. Semoga anda tersinggung ..(hehehe.) dan kemudian marah..dan kemudian beraksidan kemudian membuktikan. Dan kemudian kita tersenyum bersama..dan kemudian kita simpulkan bersama..,kita memang bersama untuk jadi luar biasa.

Bahwa kita sebenarnya sedang membahas hal yang sama tapi dari sudut pandang yang beda.

Sayangnya kita belum mengetahuinya

Toh hari ini kita bersama dalam satu nama. Bukankah nama ini harus punya MAKNA. Biar saya ingatkan satu hal luar biasa. Bahwa NAMA dan MAKNA adalah satu-satunya rahmat yang diberikan TUHAN pada manusia.

Bahwa adalah fakta, kita, manusia ini, diberi satu kemampuan besar yang tidak diberikan Tuhan Kepada makhluknya yang lain yaitu memberi nama-nama pada benda dan aktifitas yang kita lakukan.

Tapi kemudian Tuhan juga membebankan satu tugas besar ini kepada manusia. Yaitu, memberi MAKNA pada sesuatu yang sudah diberi nama.

Bukankah itu mengagumkan???…

Saya percaya pada satu hal, bahwa tindakan jauh lebih berarti dari sebuah konsep. What is a name? kata pujangga masyur Wiliam Sheakspeare. Aksi apapun akan jauh lebih menyenangkan untuk di kritisi daripada sebuah konsep.

THINK BIG, START SMALL, ACT NOW. Begitu yang saya pernah baca dari buku tapi kalau boleh saya memilih ACT NOW sebagai prioritas utama

Mungkin karena itu Charitycoustic di Teraskota bisa terselenggara Cuma berjarak 7 hari dari bencana dan banyak keajaiban lahir disana.

Begitu pula ART FOR CARE yang bisa diselenggarakan di tempat yang luar biasa dan di dukung oleh berbagai pihak yang juga luar biasa. Dan ajaibnya, itu hanya berjarak 10 hari dari Charitycoustic. Dan kini, DBLOGGER sedang menjalani hal yang serupa yakni dalam perjalanan menyelenggarakan sebuah event.

Saya menamakannya kekuatan visi . Visi bisa membuat sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin.

Dalam sebuah perjalanan, ketika tidak ada pemimpin yang punya kemampuan yang baik, maka visilah yang akan menyelamatkan.

Visi serupa gunung yang harusnya bisa kita lihat sama-sama. Bukannya kita punggungi.

Kemudian, apa sih yang kita maksud dengan visi? Visi adalah sesuatu yang harusnya bisa mendatangkan manfaat untuk sesuatu yang lebih besar dari diri kita (larger than life).

Sesuatu yang masih lebih kecil dari diri kita atau bahkan sama dengan diri kita, belum layak dinamakan visi. Lebih layak dinamakan ego.

Itu sebabnya pada beberapa kejadian, ada istilah visi tidak bisa disamakan.

Visi akan selalu sama kalau tujuan akhir dari sesuatu yang ingin kita capai itu melampaui diri sendiri.

Visi akan mengalahkan semua rasa curiga. Visi akan melunakkan hati Tuhan untuk mengabulkan keajaibanNya terwujud.

Sebagai penutup, saya mau ajak kita semua sama-sama merasakan ini

1. Bahwa nama yang kita sepakati untuk menjadi bersama-sama ini harus bermakna.

2. Bermakna baru bisa di peroleh dari sesuatu yang menyimpulkan bahwa nama itu bermakna bagi mereka.

3. Dan ACT NOW artinya inilah saatnya, bukan ruang dan waktu yang lain.

Dan mari kita bersepakat pada satu halKebersamaan ini pasti bukan kebetulan. Ini pasti dimaksudkan untuk sesuatu. Sesuatu yang baik. Sesuatu yang bemanfaat. Dan senang rasanya ketika tahu bahwa manfaat itu datangnya melalui tangan kita.

Baru saja saya bercerita soal gunung VISI itu. Bisakah kita melihat kearah yang sama sekarang??

(ditulis spesial utk DBLOGGER)(by: Benny NavaroMusisi &Provokator Ide)


TAGS blogdetik SHARING


-

Author

Follow Me