Mengontrol Emosi Negatif

9 Mar 2011

air

Pribadi berkualitas memiliki jiwa yang sehat. Bila jiwa seseorang sakit atau emosinya labil maka hal tersebut akan menghambat peningkatan kualitas kepribadian dan pencapaian maksimal potensi dalam dirinya. Jika seseorang terus menyimpan kebencian,kepahitan akibat luka-luka emosional yang pernah dialaminya,maka kualitas kepribadiannya dapat dipastikan buruk.

Orang yang menyimpan kepahitan luka-luka emosional biasanya selalu curiga,sulit percaya pada orang lain,cepat tersinggung,mau menang sendiri,minder,sangat tertutup,susah berinteraksi secara positif dengan sesama. Semua sifat negatif ini akan menghambat hubungannya dengan orang lain,padahal untuk dapat meningkatkan kualitas dan potensi diri,seseorang harus dapat menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

Banyak orang yang suka sekali menghidupkan kembali kenangan-kenangan buruk dimasa lalu,yang sebenarnya menyanyat hatinya sendiri. Mereka tidak menyadari bahwa mengingat-ingat kenangan yang buruk itu akan membuat emosinya jadi negatif. Dan orang yang terserang oleh emosi negatif akan terjebak didalam sikap mengasihani dirinya sendiri dan menyalahkan orang lain.

Jadi jangan biarkan hati kita dibelenggu oleh kekecewaan akibat kenangan buruk yang hanya akan membuat pikiran kita lumpuh dan tidak bisa untuk meningkatkan kualitas kepribadian menjadi lebih baik. Bangkit dan berusahalah menjangkau hal-hal lainnya yang terbentang dihadapan kita. Kalau kita sudah bisa membereskan hati dari segala bentuk kepahitan dan kekecewaan akibat luka emosional lama yang terpendam,niscaya kualitas kepribadian kita akan lebih baik.


TAGS Inspirasi untuk Indonesia It's My Life my mind Memajukan Bangsa. Mengontrol Emosi


-

Author

Follow Me