Membina atau Membinasakan ?

16 Mar 2011

sarap

Meninggalnya Ny.Modesta Dau yang sakit akibat shock setelah mengetahui anaknya Charles Mali tewas dianiaya oknum aparat menambah kesedihan keluarga yang ditinggalkan. Sebelumnya Ny.Modesta menyuruh anaknya Hari Mali mengantarkan Charles Mali ke Yonif 744/SYB untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,karena sebelumnya Charles Mali memalak Praka Bahrun Syah-anggota Yonif 744/SYB. Namun, Charles bersama saudaranya Hari Mali dipukul babak belur oleh anggota Yonif 744/SYB di Markas Komando sampai akhirnya Charles meninggal di RSU Wirasakti Atambua. Ternyata niat baik sang ibu yang berharap anaknya mendapat pembinaan dari aparat militer Yonif 744/SYB berubah petaka menjadi tempat pembinasaan putranya.

Masyarakat Atambua yang geram dengan perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oknum tentara Yonif 744/SYB ramai-ramai mengusung mayat Charles Mali ke gedung DPRD Atambua.

Tindakan kekerasan yang dilakukan aparat negara kerap terjadi di masyarakat. Masih belum hilang dari ingatan kita tentang aksi kekerasan aparat militer terhadap warga Papua yang terekam di situs You Tube. Bahkan saya sendiri pernah melihat dengan mata saya sendiri bagaimana arogannya aparat memukul aparat lainnya didepan umum (postingannya disini)

Ini menjadi tanda tanya besar bagi saya, apakah benar aparat militer di Indonesia disiapkan untuk menggunakan kekerasan dalam menghadapi segala situasi. Setahu saya aparat militer diperbolehkan menggunakan kekerasan hanya saat dia dalam situasi bahaya/perang.


TAGS SHARING


-

Author

Follow Me