Yuda dan Surya Terang

31 Mar 2011

Langkah kaki kecil membawa tubuh kecil kerempeng berpakaian kumal menyusuri pinggir jalan yang ramai. Anak kecil itu berjalan menuju sebuah rumah baca bernama Surya Terang. yang jaraknya sekitar 500 meter dari Stasiun Manggarai. Anak kecil itu bernama Yuda. Dia seorang anak kelas 5,bersekolah di SD Bina Marga Bukit Duri. Umur Yuda 12 tahun. Dulu Yuda terlambat masuk sekolah dasar karena kekurangan biaya. Yuda tinggal berdua bersama neneknya di petak rumah kontrakan sekitar pinggir rel dekat stasiun. Lingkungan tempat tinggal Yuda sangat padat dan kumuh.

Yuda masih berumur 4 tahun waktu ibunya meninggal,sehingga Yuda tidak begitu ingat bagaimana rupa muka ibunya. Kata neneknya,ibunya mati karena sakit demamberdarah. Sedang bapaknya tidak ketahuan dimana rimbanya. Tiga tahun lalu bapaknya pergi merantau bekerja ke negeri Arab,tapi sudah setahun lebih tidak ada kabar berita dari bapaknya.

Nenek Yuda bernama nenek Asih. Nenek Asih hanya mempunyai seorang anak,yaitu bapaknya Yuda. Sehari-hari Nek Asih berjualan kecil-kecilan di depan rumah. nek Asih jualan limun dan makanan ringan. Merasa prihatin dan kasihan dengan neneknya,sepulang sekolah Yuda berdagang koran di kereta. Koran-koran itu didapat dari agen dekat stasiun. Untunglah si agen koran baik hati. Koran boleh diambil dulu,bisa dibayar setelah habis jualan. Jika ada koran yang tidak laku,koran bisa dikembalikan kepada si agen koran. Yuda berjualan hanya sampai jam 3 sore. Setelah jam 3 sore biasanya kereta penuh sesak dengan orang yang baru pulang kerja,jadi Yuda tidak bisa menjajakan koran. Sehabis jualan koran Yuda selalu singgah di rumah baca Surya Terang. Sebenarnya rumah baca Surya Terang juga berfungsi sebagai rumah singgah bagi anak-anak yang biasa hidup dijalanan. Rumah Baca Surya Terang ini dikelola oleh dua orang penggiat sosial,kak Dika dan kak Retno.

Yuda gemar sekali membaca buku-buku yang ada di Surya Terang. Yuda palin suka dengan buku berjudul Keluarga Cemara dan Si Bolang. Dalam buku Keluarga Cemara diceritakan tentang sebuah keluarga yang senang bekerja sama. Buku Si Bolang menceritakan tentang petualangan anak ajaib yang berkeliling Indonesia.Yuda sering berkhayal tentang Keluarga Cemara dan Si Bolang. Yuda ingin sekali punya keluarga seperti Keluarga Cemara,ada bapak,ibu,dan saudara kandung. Yuda juga ingin sekali seperti Bolang,bisa berkeliling Indonesia.

Pada suatu Sabtu sore,seperti biasa Yuda singgah di Rumah Baca Surya Terang. Suasana rumah baca agak ramai sore itu. Ada beberapa orang dewasa,sekitar 7-8 orang sedang mengobrol dengan Kak Dika dan Kak Retno. Tak berapa lama,Yuda menyadari bahwa ada dua barang baru di rumah baca. Yang Yuda tahu benda itu namanya komputer. Yuda belum pernah main komputer. Dia hanya pernah melihatnya di warnet dekat rumah.

Sebelum tamu-tamu itu pulang,dua dus berisi buku diserahkan kepada Kak Dika dan Kak Retno. Setelah tamu-tamu pulang,Yuda bertanya kepada kak Retno

“Kak,komputer itu buat disini ya?”

“Iya Yuda,komputer disumbangkan kakak-kakak dai blogge,supaya bisa dipakai adik-adik yang main kesini. Maksud kakak-kakak tadi,supaya adik-adik disini bisa pintar main komputer,biar tidak ketinggalan jaman”

“Kak,blogger itu apa sih?”

“Oh..blogger itu seseorang yang suka menulis dan tulisannya ditulis dalam sebuah blog”

“Dirumah aku juga senang menulis cerita di buku…Berarti aku blogger dong Kak?”

“Hahaha…nanti kak Retno ajarin apa itu blog”

“Kak Retno juga seorang blogger?”

“Eh..Iya Yud..”

“Wah hebat…aku juga mau seperti kakak,jadi blogger !”

“Boleh..boleh..Yud,sekarang kamu bantu Kak Retno dan Kak Dika beresin buku-buku yang diberi kakak-kakak blogger tadi ya”

“Oke Kak !”

Terima kasih ya kak…Kakak baik banget sama aku..

Yuda senang dan bersemangat membantu Kak Retno dan Kak Dika membereskan buku. Ada banyak jenis buku yang disumbangkan kakak-kakak blogger tadi. Ada dua buku yang menarik perhatian Yuda. Yang satu berjudul ‘Tips dan cara menjadi penulis anadal’, buku yang satu lagi berjudul ‘Menjadi Hebat karena blog’. Yuda berniat meminjam buku ini.

“Kak Dika,aku boleh pinjam dua buku ini ya..”

“Boleh Yuda,tapi setelah dibaca dikembalikan lagi ya..”

“Baik Kak,pasti Yuda kembalikan. Terima Kasih ya Kak !”

Dirumah,sepanjang malam Yuda membaca dua buku yang dipinjamnya tadi. Keesokan harinya,Yuda tidak pergi berjualan koran.Dia dirumah saja sambil bantu neneknya berjualan. Sambil menunggu pembeli,Yuda terus asik membaca buku yang dipinjamnya. Sangat lahap sekali Yuda membaca kedua buku itu,sehingga sekitar jam 5 sore kedua buku itu sudah selesai dibaca Yuda. Beberapa isi yang penting dalam buku ,tak lupa dicatat Yuda di buku tulisnya.

Keesokan harinya,Yuda kembali datang ke Rumah Baca Surya Terang. Kebetulan satu komputer sedang dipakai Yuni teman Yuda pengasong di kereta. Yuni sedang diajar kak Retno begaimana menulis di komputer.

“Kak Retno, ajarin Yuda juga dong kayak Yuni”

“Boleh..sini mari kakak ajarin”

Yuda pun mulai belajar menggunakan komputer. Setelah sebulan belajar,Yuda sudah cukup mahir dengan program komputer seperti Word,Excel,dan Power Point. Sambil belajar program-program komputer itu,Yuda sering menulis ulang tulisan-tulisan yang pernah ditulisnya di buku tulis di komputer.

Pada suatu ketika saat sedang menulis di komputer,Yuda bertanya kepada Rteno

“Kak,dulu kakak pernah bilang mau ajari aku buat blog..Sekarang kakak mau kan ajari aku?”

“Ehh..iya,boleh..tapi untuk membuat blog itu harus ada jaringan internetnya”

“Memang jaringan internet itu apa kak?”

“Jaringan internet itu adalah sebuah jaringan komunikasi yang bisa menghubungkan kita dengan semua orang dan tempat diseluruh dunia.Kebetulan jaringan internet belum ada di komputer kita”

“Oh..begitu ya kak! Berarti komputer yang ada di warnet-warnet itu ada jaringan internetnya dong? Aku pengen sekali mau lihat dan ngomong dengan bapakku yang ada di Arab,Kak..Bisa tidak kak?”

“Ehh..ya,bisa..”

“Aku pengen deh main di warnet,tapi aku jarang punya uang untuk main komputer di warnet. Uang hasil dagang koran ku kasih semua sama nenek…”

“Kapan-kapan pas hari Minggu,Kak Retno mau ajarin kamu bikin blog “, Retno menjawab dengan mata berkaca-kaca tak kuasa menahan haru.

“Terima kasih ya kak..kakak baik banget sama aku..”

Akhirnya dihari Minggu,Retno mengajak Surya belajar internet. Surya diajari apa itu browsing,membuat E-mail,juga membuat Blog. Karena Yuda berbakat pintar,kurang dari dua bulan,dia sudah mahir berinternet.

Sekarang Yuda sudah punya sebuah blog. Dia namai blognya yudapirel.wp.com. Blognya dinamai seperti itu agar sesuai dengan nama dan lingkungan tempat tinggalnya. Tulisan pertama di blog Yuda menceritakan betapa dia sayang sama neneknya,bapaknya,ibunya,Kak Retno,Kak Dika,dan juga semua teman-temannya. Saat Yuda melihat kolom komentar ditulisan pertamanya,dia sangat senang sekali,ternyata Kak Retno yang kasih komentar disana.

Bulan pun berlalu. Sejak diajari internet oleh Kak Retno,Yuda makin semangat belajar. Bila ada PR yang susah untuk dijawab,Yuda akan mencari jawaban dengan cara Googling di internet. Sekarang Yuda sudah naik kelas 6 SD. Yuda masih rajin menulis blog. Yuda sudah punya banyak teman di blognya. Teman-teman blogger senang dengan tulisan Yuda yang bagus. Kebetulan saat itu sedang musim Facebook.Yuda pingin sekali punya Facebook.

“Kak Retno,aku pengen punya Facebook seperti teman-temanku. Cara buat bagaimana ya kak?”

“Boleh Yuda,tapi sekarang belum waktunya kamu punya Facebook”

“Memang kenapa Kak?

“Facebook memang bagus. Disitu kita bisa bersahabat dengan banyak orang. Tapi Facebook mensyaratkan penggunanya minimal harus berumur 13 tahu. Supaya anak-anak tidak dijahati oleh penjahat. Sekarang ini banyakl orang jahat berkeliaran mengincar anak-anak di internet !”

“Ooh gitu ya kak, baiklah aku mengarti sekarang. Berarti aku bikin Facebooknya tahun depan aja …Umurku sekarang kan masih 12 tahun”

Kak Retno memperhatikan kalau Yuda sangat berbakat sekali menulis. Tulisan-tulisan Yuda di blog sangat bagus. Dalam blognya Yuda bercerita tentang kesehariannya berjualan koran di kereta,juga bercerita tentang anak-anak teman sebayanya yang mencari nafkah tapi tetap semangat bersekolah. Kebetulan ada lomba menulis blog,khusus untuk kalangan pelajar. Lomba ini diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Nasional,bertema tentang fenomena dunia pendidikan Indonesia. Retno yang selama ini mengikuti tulisan Yuda di blog,tanpa ragu mengikutsertakan tulisan-tulisan Yuda.Yuda menurut saja dan senang setelah mengetahui ini.

Sebulan kemudian saat Yuda ingin menulis di blog, ia menemukan tulisan di kolom komentar yang berbunyi,”Selamat untuk blog yudapirel.wp.com yang menjadi pemenang pertama lomba menulis tingkat pelajar dengan tema fenomena dunia pendidikan Indonesia. Tolong dikirimkan ulang data anda ke E-mail DEPDIKNAS @gmail.co.id untuk konfirmasi ulang”

Yuda yang masih lugu menanyakan tentang maksud komentar yang dibacanya tadi kepada Kak Retno

“Wahhh..ini artinya kamu menang lomba menulis dan kamu harus mengirim ulang data dirimu lewat E-mail Yud..selamat ya Yuda , kakak bangga punya adik seperti kamu”

Akhirnya Yuda menerima penghargaan dan hadiah dari Departemen Pendidikan. Hadiah yang diterima Yuda sangat besar. Cukup untuk membantu menambah modal neneknya berjualan. Yuda juga menerima beasiswa yang ditawarkan Depdiknas. Depdiknas menawarkan beasiswa tersebut setelah mengetahui kisah perjuangan Yuda,seorang anak piatu berprestasi pedagang koran,tapi tetap semangat bersekolah.

Tulisan-tulisan pemenang lomba menulis juga diterbitkan dalam bentuk buku. Buku itu diberi judul “Aku masih semangat belajar”. Buku itu laris dipasaran, Otomatis nama Yuda terkenal dan sering diundang dalam acara bertemakan pendidikan anak.

Dalam satu kesempatan acara bertema pendidikan yang diliput salah satu televisi swasta,Yuda menceritakan kisahnya bahwa walaupun dia hanya seorang anak tidak berpunya,tinggal hanya berdua bersama neneknya karena ayahnya yang bekerja di Arab belum pulang dan tanpa kabar dia tetap bahagia dan semangat untuk belajar,termasuk belajar tentang dunia blog di internet. Cerita ini mengundang perhatian televisi swasta tersebut untuk memberitakan secara gencar dimana keberadaan ayah Yuda. Setelah diusut oleh Kedutaan di Arab Saudi akibat pemberitaan yang gencar oleh televisi,akhirnya ayah Yuda ditemukan hidup di bawah kolong jembatan Madinah. Ayah Yuda terdampar disana akibat masa berlaku paspornya habis dan dia dirampok saat akan mengurus paspor.

Kini Yuda bisa berkumpul kembali dengan ayahnya. Mereka kini mengontrak rumah ditempat yang lebih layak dari tempat tinggal sebelumnya. Ayah Yuda kini bekerja sebagai supir pribadi orang asing di Kemang. Sedang Yuda yang kini sudah SMP ,aktif mengajarkan tentang dunia internet dan blog di sekolah-sekolah dan rumah baca Surya Terang.


TAGS Inspirasi untuk Indonesia my mind sarikata kontes blog 2011


-

Author

Follow Me