Bukit Duri Sweet Memories

30 Apr 2011

Sambil menyeruput kopi di warung kecil samping gedung sekolah bercat hijau yang bertingkat empat,mataku tak berhenti menatap lapangan bola yang terletak diseberang warung. Anak-anak sekolah riang menyepak bola dilapangan yang sedikit becek itu. Aku sengaja mendamparkan diri diwarung ini hanya sekedar mengenang keceriaan masa kecilku yang pernah terjejak ditempat itu. Sebelumnya aku singgah di gedung sekolah bercat hijau di sebelah. Aku datang ke gedung sekolah bercat hijau itu untuk menawarkan proposal kerjasama penyuluhan tertib lalu lintas kepada Kepala Sekolah SD 19 Pagi. Namun kerjasama belum dapat dilakukan saat itu,berhubung siang itu Kepala Sekolah yang kudatangi akan menyerahkan jabatannya kepada Kepala Sekolah yang baru. Tapi aku cukup senang bisa datang ke SD 19 pagi,bahkan sampai bergetar rasanya berada disana. Hatiku bergetar karena dapat bertemu beberapa orang yang berpengaruh besar dalam perjalanan hidupku. Mereka yang berpengaruh buatku itu adalah guru-guru yang pernah mengajarku saat sekolah di SD Manggarai 19 pagi. Aku bahagia masih bisa kembali mencium tangan mantan guruku yang masih mengajar disana,Ibu Esrawati dan Ibu Esni Situngkir(dulu setiap mau pulang sekolah aku selalu cium tangan wali kelas). Saat aku terangkan bahwa aku mantan muridnya,spontan Ibu Esrawati dan Ibu Esni memeluk dan mencium pipiku,karena beliau berdua masih kenal dengan diriku. Kamipun saling bercerita diruangan guru. Dari cerita mereka aku tahu ternyata wali kelasku saat kelas SD ,Ibu Sutinem sudah meninggal dunia. Sedang wali kelasku di kelas 5 SD,Bapak Abidin sudah pensiun. Beberapa guruku yang lain saat aku SD sudah pindah tugas. Sayang sekali pertemuanku dengan Ibu Esrawati dan Ibu Esni hanya sebentar,berhubung mereka dan rombongan guru lainnya harus segera pergi ke Kantor Dinas Pendidikan terkait serah terima jabatan Kepala Sekolah.

LASKAR CILIK BUKIT DURI

Yoswa Mardihai,itulah namaku di raport waktu aku SD. Sejak lahir aku sudah tinggal di kota Jakarta. Masa kecil yang ceria kujalani saat Presiden Soeharto masih berkuasa di jaman Orde Baru. Jejak sejarah masa kecil ku habiskan di daerah Bukit Duri,yang terletak dekat Manggarai,tidak jauh dari Pasar Jatinegara dan Kampung Melayu. Rumah orangtuaku terletak pas dibelakang SMA yang cukup terkenal di Indonesia-SMA 8- didalam komplek Diklat Perpajakan.

Lingkungan Bukit Duri saat aku kecil dulu masih sejuk. Masih kuingat ada 4 phon raksasa(aku tak tahu nama pohonnya) yang ada disekeliling area SMA 8. Dulu pohon-pohon raksasa itu sering digunakan orang buat latihan mendaki/panjat tebing. Pagi hingga siang hari,jalanan sekitar SMA 8 yang berbentuk huruf U ramai dijadikan tempat parkir mobil anak-anak SMA yang bersekolah disana. Menjelang sore hari,jalanan aspal seputar SMA 8 ramai dipakai bermain anak-anak kecil sebayaku. Biasanya dijalanan sisi belakang gedung SMA dipakai anak-anak RT 2 bermain bola dan bentengan. Dijalan sisi kanan gedung SMA sering dipakai anak-anak RT 1 main bola,main lari jongkok dan juga main petak umpet.Sedang disisi kiri gedung SMA lebih sering dipakai anak-anak Bukit Duri Pangkalan untuk bermain. Waktu kecil walaupun pemalu,aku senang bermain dan bergaul dengan siapa saja. Teman mainku banyak,baik anak-anak RT 1,anak-anak RT 2,anak-anak Bukit Duri Pangkalan,anak-anak komplek Garuda,juga anak-anak Bukit Duri Tanjakan.

Aku paling hoby main sepak bola,walau sering dimarahi mamaku karena main bola dijalanan. Yang selalu kuingat waktu main bola dulu adalah ada seorang anak cewek kecil,dia tinggal dirumah gede yang bagus di RT 2.Namanya masih kuingat,Intan. Intan ini sering main bola bareng teman-temannya yang cowok.Padahal Intan tidak berpenampilan tomboi,dia gadis kecil yang cukup cantik. Biasanya kalau Intan ikut main bola,pengasuhnya Bibi Rahmi ikut menyemangati Intan bermain(hehehe so happy,mudah-mudahan Intan baca tulisan ini)

TERAS RUMAH OJI & ONI

Saat bocah dulu,tentu aku punya tempat bermain favorit. Aku sering bermain dihalaman depan rumah temanku Oji dan Oni. Letak halaman rumah mereka berseberangan dengan pintu gerbang SMA 8. Dulu dihalaman rumah Oni dan Oji ada pohon sawo yang rindang. Karena halaman rumah Oji dan Oni cukup luas,kami anak-anak Bukit Duri sering bermain gundu(kelereng),gasing(biasa juga disebut panggalan),patalele,adu biji karet,dan juga main galaksin disana. Teras rumah Oji dan Oni yang juga cukup luas sering juga dipakai anak-anak bermain karambol dan gambaran(yang kuingat dulu ada 3 jenis permainan gambaran:Tepokan,Sebaran,dan Potong Roti)

Bermain di rumah yang sejuk

Oh ya,tadi aku sempat cerita kalau mamaku sering ngomel kalau aku main sepakbola dijalanan seputar gedung SMA. Kalau mamaku lagi bawel,biasanya pintu gerbang rumah kami bakal digembok,jadi aku tak bisa main diluar rumah. Untung dirumah kami ada tembok yang kupakai buat main pukul bola tenis (baru tahu saat aku gede kalau yang kumainkan itu namanya Squash). Saat aku asik main pukul bola tenis ke tembok,aku membayangkan sebagai Ivan Lendl,Martina Navratilova,Steffi Graff,dan Stefan Edberg(petenis idolaku saat kecil)

Halaman rumahku di Bukit Duri cukup luas. Halaman rumah penuh dengan pohon-pohon yang ditanam orangtuaku. Ada pohon Belimbing,pohon Alpukat,pohon Jambu Klutuk,pohon Pisang,dan pohon Bougenville. Pohon Belimbing kami lumayan subur,setiap waktu berbuah. Pohon Belimbing jadi sering ‘dijarah’ teman-teman yang kuajak bermain dirumah.

5 Serangkai

Walaupun agak pemalu,aku cukup berprestasi juga loh waktu SD dulu. Aku ingat dihari pertama masuk sekolah dasar ayahku turut mengantar ke sekolah. Sampai disekolah aku tidak mau masuk kelas sendirian,akhirnya aku ditemani ayahku didalam kelas dihari pertama masuk sekolah. Dihari kedua ayahku masih mengantarkan aku ke sekolah,tapi kali ini aku tidak ditemani lagi didalam kelas. Namun waktu aku disuruh maju ke depan kelas oleh Ibu Sutinem untuk memperkenalkan diri,aku gak mau. Bu Sutinem coba membujukku,malah aku menangis sesenggukan(hehehe cupu banget ya aku dulu)

Namun karena aku sudah diajarkan menulis dan membaca sebelum masuk sekolah,aku termasuk anak yang cepat menangkap pelajaran dari guru. Dulu ayahku setiap hari selalu membawa bacaan ke rumah sehabis beliau pulang kerja. Ayahku sering bawa koran Sinar Pagi,Pikiran rakyat,Pos Kota,tabloid Inti Sari,dan tabloid BOLA. Jadi aku gemar membaca sejak kecil hingga sekarang karena ayahku(Thanx dad,yang sudah ‘meracuni’ anakmu ini jadi gemar membaca)

Pada jaman aku sekolah di SD Manggarai 19 pagi,di SD 19 terkenal dengan 5 serangkai yang berprestasi jempolan. SD Manggarai 19 pagi belum pernah berprestasi sebelum ada 5 serangkai,berbeda jauh prestasinya dibandingkan dengan SD 09,SD 11, SD 15 yang kebetulan ada digedung sekolah yang sama(Jadi gedung sekolah yang bertingkat 4 itu dipakai bersama oleh beberapa SD. Ada yang pagi dan ada yang petang,yaitu SD 09 pagi,SD 11 Pagi,SD 13 pagi,SD 15 pagi,SD 17 pagi,Sd 19 pagi,SD 10 petang,dan SD 12 petang)

5 serangkai yang kumaksud adalah Hendra,Agus,Agustinus,Dini(kakaknya Hendra),dan aku sendiri. Kami 5 serangkai sering menjadi wakil sekolah dalam lomba Pekan Pendidikan dan Seni tingkat rayon dan kotamadya. Hendra jagi ilu pengetahuan alam. Agus sangat jago matematika. Dini jawara bikin puisi dan karangan. Agustinus sangat mahir buat karya seni seperti patung dan lukisan. Aku sendiri lumayan jago dengan pengetahuan umum(sampai sekarang aku masih heran kok bisa ya waktu SD dulu hafal semua ibukota negara di dunia,hafal nama menteri jaman ORBA,hafal nama pahlawan dan tahun perjuangannya,dll). Kami 5 serangkai silih berganti mencetak prestasi pada lomba yang kami ikuti. Ada yang juara 1 tingkat rayon,ada yang juara 2 sekotamadya,bahkan ada yang sampai jadi finalis lomba tingkat nasional(Agustinus). Karena cukup berprestasi,kami berlima pernah diberi penghargaan, bebas dan gratis masuk Taman Impian Jaya Ancol selama 1 tahun.

Doyan Jajan

coklat-ayam1

seperti anak kecil pada umumnya ,sewaktu bocah aku juga senang jajan. waktu itu harga jajanan masih murah banget. Jajanan kesukaanku mie kremes merek MAMIE,coklat batang merek AYAM JAGO,es limun rasa sarsaparilla,dan permen SUGUS. Pas lagi musim ngumpulin kartu seri bergambar dari dalam isi snack,aku juga jadi rajin jajan snack merek CHIKI,CHEETOS,JETZ. Sekarang sudah jarang diriku lihat jajanan yang dulu sering aku beli( teman-teman blogger ada yang pernah lihat jajanan masa kecilku itu baru-baru ini?)

Perpisahan yang Mengharukan

Saat-saat indah masa kecil di Bukit Duri ternyata harus berakhir. Diwaktu kelas 6 SD aku harus pindah rumah dengan orangtuaku. Masih ku ingat waktu hari terakhir masuk sekolah di SD 19 pagi,semua guruku dan teman sekelasku menyalami,bahkan ada yang memeluk aku. Aku sendiri menangis sepulang dari sekolah. Begitu juga dengan teman-teman sepermainanku di Bukit Duri menyalami aku sewaktu berkemas mau pindah,banyak juga tetangga yang menyalami kami. Hari itu sangat menyedihkan. Namun hingga berpuluh tahun kemudian,Bukit Duri tetap selalu menjadi kenangan indah dalam hatiku

BUKIT DURI TOO SWEET TO FORGET


TAGS It's My Life my mind SHARING journey love story profil


-

Author

Follow Me