Kebersamaan

11 Jul 2011

Selesai makan siang hasil racikan kami bersama,sejenak kami beristirahat sambil mulai berkemas-kemas merapikan barang bawaan kami. Pukul setengah 3 sore,kami bertatap muka dan berdiskusi dengan Bapak Edi Jamaludin(Penggagas Kampung 99 Pepohonan). Sosok Edi Jamaludin jauh dari kesan formal dan kaku saat berdiskusi dengan kami,beliau hadir sambil memakai topi yang bergambar lidah melet(gambar legendaris lambang Rolling Stones yang diciptakan John Pasche,sebagai lambang protes dan anti kekuasaan).

Edi Jamaludin yang akrab dipanggil Abi bercerita bahwa ide mendirikan Kampung 99 diawali dari niat untuk hidup sehat. Abi mengisahkan bagaimana dia dan keluarganya dulu hidup di belakang CITOS yang akses menuju tempat-tempat hiburan sangat mudah,tapi keadaan udara sekitarnya sangat kotor dengan polusi,terbukti saat Abi yang tanpa sengaja menaruh piring bersih di meja teras rumahnya,dan dalam waktu kurang dari sejam piring bersih tadi menjadi agak berminyak sedikit kehitaman.

Abi Edi juga bercerita bahwa Kampung 99 Pepohonan bisa luas seperti sekarang ini bukan karena dia miliarder bermodal besar,tapi modal awal membeli lahan di kawasan kampung 99 itu adalah hasil menyisihkan uang yang dulunya digunakan untuk membeli rokok(Abi dulunya seorang perokok berat,bisa menghabiskan 5 bungkus sehari,istrinya dulu juga seorang perokok.Sejak mendirikan Kampung 99,mereka memutuskan untuk berhenti total merokok). Tahun 2002,Abi Edi memutuskan pindah bersama keluarganya ke kawasan Kampung 99 Meruyung. Abi Edi membeli tanah seluas 500 m persegi,dan mendirikan rumah yang arsitekturnya diambil dari rumah adat Tomohon. Sekitar tahun 2005,Abi Edi mengajak saudara-saudaranya untuk tinggal bersama di kawasan Kampung 99 yang kala itu sudah mulai rimbun dengan pepohonan. Setelah ada puluhan keluarga tinggal di Kampung 99,diputuskanlah oleh mereka untuk membuat satu tempat laundry yang sama untuk menghemat air,dan membuat satu dapur bersama. Ini mengajarkan kepada Komunitas Kampung 99 arti kebersamaan yang sesungguhnya.

Diakhir sesi diskusi,Abi Edi berucap dia memimpikan suatu saat orang-orang lain bisa mengikuti jejak Komunitas kampung 99 yang bisa hidup bersama secara mandiri. Bila banyak orang hidup bersama di suatu kawasan,niscaya konflik di dalam kehidupan masyarakat akan jauh berkurang

259158_2020637967479_1589826080_31965603_6546273_o

Berfoto bersama Abi Edi Jamaludin

Akhirnya kegiatan kami di acara Report from The Field di Kampung 99 Pepohonan harus berakhir.

259334_2020654607895_1589826080_31965619_2793421_o

tim 7Green

Saya dan peserta Report from The Field lainnya menjalani dua hari yang berkesan di Kampung 99 Pepohonan. Perbedaan latar belakang,perbedaan profesi,perbedaan agama ,tak menjadikan hal itu sebagai sekat penghalang bagi kami untuk bergaul,berbagi pengalaman,bekerja sama,dan belajar hidup hijau bersama selama acara Report From The Field.

Photo Credit: Vhr Media/Dhiah Samodro/Wahyu/Rawi

Special Thanx: Vhr Media for invite me to Kampung 99 Pepohonan



TAGS Inspirasi untuk Indonesia It's My Life alam hijau Memajukan Bangsa. Jayalah Indonesia Kampung 99 Pepohonan


-

Author

Follow Me