Be YOUnique bersama Yoris Sebastian

13 Jul 2011

Saat melihat lini masa di akun twitter saya,ada tweet yang menarik perhatian saya. Tweet tadi mengkicaukan bahwa akan diadakan kelas creative mindset di Akademi berbagi dengan pembicara Yoris Sebastian. Saya yang selama ini merasa kurang kreatif,segera mendaftar ke kelas Creative Mindset tadi. Saya sangat gembira untuk dapat hadir di acara Akademi Berbagi kali ini. Buat saya,Yoris Sebastian merupakan salah satu tokoh inspiratif idola saya. Yoris Sebastian termasuk salah satu profil yang ada di tulisan saya ‘Tokoh-Tokoh Inspiratif di dekade Awal Abad 21′.

Jakarta Convention Center (JCC) cukup ramai saat saya menuju ruang Cendrawasih(tempat diadakannya Akber). Disana sedang diadakan Pekan Produk Kreatif Indonesia(PPKI) 2011. Saat sedang melihat-lihat di salah satu stand,ada yang menyapa saya. Ternyata yang menyapa Gie Wahyudi,blogger handal yang konsisten update postingan setiap hari. Puas melihat-lihat stand di PPKI,kami pun beranjak menuju ruangan Cendrawasih. Di pintu masuk ruangan Cendrawasih kami disambut hangat oleh Mas Fanabis(Kepala Sekolah Akademi Berbagi wilayah Jakarta).

Kelas Akademi Berbagi kali ini agak berbeda dari biasanya. Hidangan makan malam yang lezat sudah disajikan menyambut peserta AKBER.Selesai makan malam,kelas Creative Mindset pun dimulai. Yoris Sebastian memulai kelas dengan menayangkan slide tulisan apakah ‘BANDEL=KREATIF?‘,atau ‘LAZY=KREATIF?‘ Yoris menjabarkan makna tulisan di slide itu. Untuk menjadi seorang yang kreatif,tidaklah benar kita harus bandel. Kretaif bukanlah juga sebuah bakat. Yoris Sebastian menceritakan bahwa pada waktu kecil,dia buakanlah anak yang bandel dan berbakat. Namun Yoris bisa kreatif seperti sekarang ini karena dia melatih diri dengan apa yang dia suka - CREATIVITY is A MATTER(You Like It or Not),THE MORE YOU PRACTICE THE BETTER YOU ARE . Penjabaran yang cukup menarik tentang kreatif yakni- Lazy itu bisa menimbulakn kreatifitas(contoh: Karena orang malas bolak-balik memindahkan channel di TV,diciptakanlah sebuah alat bernama Remote Control)

“Biasakan diri untuk tidak biasa”,ujar Yoris Sebastian kepada peserta AkBer,”Namun tidak biasa yang membawa keuntungan dengan alasan yang jelas,bukan tidak biasa yang tidak jelas.” Proses kreatif itu umumnya berawal dari konsep ATM. Yang dimaksud dengan ATM=Amati,Tiru,Modifikasi. Contoh termutakhir dari konsep ATM ini yakni Google yang membuat jejaring sosial Google+,yang memodifikasi konsep FaceBook. Namun sehebat apapun ide kreatif itu, harus tetap dieksekusi dalam rel ketentuan aturan yang ada. Maksudnya adalah lihat lagi alasan dan tujuan dari ide kreatif tersebut. Jangan hanya berpatokan pada tampilan saja. Tapi tujuan utama harus tetap menjadi prioritas.

Pada akhir kelas Creative Mindset,Yoris Sebastian mengajak peserta AkBer menjadi BE YOUNIQUE,Thinking Out of The Box,tapi tetap mempertahankan kualitas diri.

akber-with-yoris

Slide lengkap presentasi Yoris Sebastian: Creative Mindset bisa dilihat dibawah ini:
Foto:taken from indonesiakreatif.net


TAGS Inspirasi untuk Indonesia my mind Memajukan Bangsa. SHARING journey akademi berbagi kreatif BEYOUNIQUE


-

Author

Follow Me