Terulang Kembali Euforia Garuda Di Dadaku ?

20 Jul 2011

ina

Masih membekas di benak saya saat euforia nasionalisme Indonesia membumbung tinggi pada Desember 2010 lalu. Lagu berlirik patriotik ‘Garuda Di Dadaku’ membahana di seluruh penjuru Indonesia saat itu. Seluruh lapisan masyarakat di Indonesia bangkit rasa nasionalismenya melihat perjuangan hebat tim nasional PSSI di ajang Piala AFF 2010. Permainan ciamik yang ditampilkan timnas PSSI membuat ramai orang berbondong-bondong menyaksikan langsung pertandingan timnas Indonesia di Senayan . Saya pribadi yang waktu itu tidak begitu antusias menyaksikan tim nasional PSSI(ini karena prestasi timnas PSSI sangat jeblok,lebih sering kalah daripada menang),akhirnya kembali lagi menonton pertandingan timnas PSSI,bahkan sampai ikutan nonton langsung di Senayan saat partai semifinal Indonesia-Filipina. Memang pada akhirnya timnas Indonesia tidak mampu untuk merebut gelar juara kala itu.Namun kegagalan merebut juara di Piala AFF 2010 tidak memudarkan sorot terang kepada anggota timnas PSSI. Media massa dan masyarakat kadung cinta kepada timnas PSSI. Pasca Piala AFF,pemain di skuad AFF 2010 macam Irfan Bachdim,Christian Gonzalez,Markus Horrison,Bambang Pamungkas,Oktovianus Maniani,dan Firman Utina wara-wiri menjadi bintang tamu di acara televisi, dan mereka juga laris menjadi model iklan.

Indonesia layaknya harus berterima kasih kepada timnas PSSI,karena mereka telah memberikan rasa bahagia kepada masyarakat Indonesia,dengan beberapa kemenangan yang diraih. Yang patut kita apresiasi lebih atas penampilan ciamik timnas PSSI saat itu adalah pelatih Alfred Riedl dan asisten pelatih Wolfgang Pikal. Riedl dan Pikal berhasil memberikan sentuhan permainan taktis dengan umpan-umpan pendek ke dalam permainan tim nasional Indonesia.

Pra Piala Dunia 2014

7 bulan setelah kebangkitan tim nasional PSSI di Piala AFF 2010,timnas Indonesia akan mengikuti kompetisi di level yang lebih tinggi. Bila pada Piala AFF 2010 lalu Indonesia bertanding di level Asia Tenggara,maka akhir bulan Juli ini timnas akan menjalani kompetisi level Asia di ajang kualifikasi Piala Dunia 2014. Indonesia akan memulai pertandingan pra piala dunia 2014 di ronde 2 kualifikasi menghadapi Turkmenistan. Pertandingan melawan Turkmenistan ini berlangsung secara home danaway pada 23 & 28 Juli nanti.

Namun ujian berat menghantam persiapan tim nasional Indonesia di ajang Pra Piala Dunia kali ini. Dua pekan sebelum pertandingan melawan Turkmenistan,secara mengejutkan pelatih Alfred Riedl dan asisten pelatih Wolfgang Pikal diberhentikan secara sepihak oleh pengurus baru PSSI. Alasan Riedl dan Pikal diberhentikan karena mereka tidak memilki kontrak yang sah dengan PSSI (walaupun akhirnya alasan ini kemudian diralat,dan PSSI ternyata salah soal kontrak Riedl dan Pikal). PSSI pun menunjuk pelatih baru berkebangsaan Belanda Wim Rijsbergen. Pelatih baru Indonesia ini tentu saja tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mempersiapkan timnas secara maksimal,namun Indonesia bisa berharap banyak dengan kemampuan dan pengalaman Rijsberegen di ajang kompetisi sebesar Piala Dunia. Rijsbergen merupakan mantan pemain Belanda yang ikut bertanding di Final Piala Dunia 1974 bersama maestro sepakbola Johan Cruyff. Rijsbergen juga berpengalaman menjadi staff pelatih di putaran final Piala Dunia 2006 bersama Trinidad Tobago.

Saya berharap tim nasional Indonesia dapat melaju ke babak berikutnya di ajang Pra Piala Dunia 2014. Tak sabar rasanya ingin mendengar kembali lagu ‘Garuda Di Dadaku’ membahana di seluruh penjuru Indonesia. Ayooo TIM NASIONAL INDONESIA ,tunjukkan tajimu….

Baca Artikel terkait Timnas Indonesia:


TAGS Jayalah Indonesia Pra Piala Dunia 2014 Timnas PSSI Garuda Di Dadaku


-

Author

Follow Me