Waham Menjangkiti Politikus Indonesia

26 Jul 2011

Walau saya tidak antusias berbicara tentang politik,saya tetap memperhatikan dinamika politik Indonesia saat ini. Yang saya amati dalam dunia politik Indonesia saat ini,lebih banyak perilaku kurang baik yang ditampilkan politikus Indonesia,baik pejabat tingkat pusat maupun pejabat tingkat daerah. Sering saya melihat di media massa seorang walikota,gubernur,atau anggota DPR,terlibat penyelewengan anggaran negara. Salah satu kasus yang kini sedang mencuat adalah dugaan kasus korupsi yang dilakukan beberapa anggota DPR dalam proyek pembangunan wisma atlet di Jakabaring. Dan seperti biasa,bila ada politikus yang terseret dalam dugaan kasus korupsi,maka politikus yang diduga korupsi itu akan ‘bernyanyi’, menyeret nama orang lain ke dalam kasusnya. Dan seperti ‘lagu lama’,sering seorang politikus/pejabat yang terlibat kasus korupsi merasa tidak bersalah,namun ia merasa dikorbankan oleh lawan politiknya.

Beberapa contoh dialog yang jamak terucap dalam wawancara terhadap pejabat yang diduga terlibat kasus korupsi :

Wartawan: Mas A,anda disebut-sebut bang N sebagai penerima uang jasa proyek pembuatan wisma,Bagaimana tanggapan anda ?

Mr.A : Mungkin si A sedang berkhayal saja.Biasalah …mungkin dia sedang digunakan lawan politik saya untuk menjatuhkan kredibilitas saya.

Wartawan: Tapi menurut bang N,dia mempunyai bukti-bukti yang konkrit tentang keterlibatan anda?

Mr.A : Mari kita buktikan saja di depan pengadilan..Saya masih yakin kalau dia digunakan lawan politik saya untuk berbicara seperti itu !!

Contoh dialog lainnya:

Mr.N : Saya merasa sakit hati..dikorbankan A dalam kasus ini. Padahal saya tak pernah merasa menerima sepeser pun uang dalam proyek wisma ini. Si A ini lupa diri. Padahal saya sudah berlelah-lelah membantu dia melakukan lobi politik dan mengumpulkan uang untuk dana kampanye dia dari hasil proyek wisama. Saya juga berusaha keras mendukung dia dengan menyerahkan uang ke pengurus cabang saat pemilihan ketua umum.

Wartawan: Berarti abang N tahu dong aliran dana proyek wisma?

Mr.N : Ya saya tahu jelas,tapi saya tidak pernah menikmati uang proyek wisma. Semua uang itu dipakai A buat dana kampanye pemilihan ketua umum.

Waham Mewabah

Coba simak dialog diatas tadi. Hal seperti itu kerap kali terucap dalam beberapa dugaan kasus korupsi yang melibatkan pejabat/politikus. Perilaku-perilaku curiga berlebihan terhadap orang lain tersebut bisa dikategorikan sebagai waham. Waham adalah keyakinan atau pikiran yg salah krn bertentangan dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur curiga. Waham merupakan salah satu jenis penyakit skizofrenia,kerap merasa benar atas tindak lakunya yang aneh.

waham

Saya berasumsi bahwa sebagian besar politikus Indonesia saat ini terjangkit waham,karena bila ada politikus yang janggal dalam mengelola anggaran dan ia dituduh melakukan penyelewengan dana ,politikus itu akan berkilah bahwa ia tidak bersalah.Politikus itu akan berkata bahwa ada lawan politiknya yang berusaha menjelek-jelekkan dia. Padahal sudah jelas dia terlibat,setidaknya mengetahui ada penyelewengan dana.

Apakah perilaku politikus yang terjangkit waham ini benar-benar sudah mewabah di Indonesia? Atau memang benar pameo yang menyangkut politik bahwa tak ada teman yang abadi,yang ada hanyalah kepentingan yang bersifat abadi?

Ilustrasi: from google


TAGS my mind Politik Indonesia


-

Author

Follow Me