Blonek Belajar Mbathik

13 Mar 2012

Blonek merupakan satu falsafah hidup yang saya kenal dari rekan-rekan komunitas blogger DotSemarang. Blonek itu sendiri singkatan dari blogger nekat. Blonek bukanlah sekedar menjadi blogger yang nekat melakukan perjalanan jauh dengan modal perjalanan terbatas,namun ada falsafah dalam semangat blonek itu sendiri,yaitu sebentuk semangat untuk berani bertindak merealisasikan sesuatu yang positif dan berguna.

Akhir pekan lalu saya melakukan perjalanan ke Semarang untuk menghadiri rangkaian acara perayaan ulang tahun ke 2 komunitas DotSemarang yang bertajuk #KongkowSMG(Karo Ngobrol Karo Wisata Semarang). Saya sangat terkesan dengan semangat sahabat-sahabat blogger DotSemarang yang begitu gigih dalam mengenalkan keindahan tempat-tempat tujuan wisata di kota Semarang.

Pada hari ke 2 rangkaian acara #KongkowSMG ,rombongan blogger diajak jalan-jalan menjelajahi tempat wisata di kota Semarang. Pada satu sesi perjalanan,kami diajak mengunjungi sentra tempat pembuatan batik di Kampung Batik Rejomulyo Semarang. Karena pada hari itu adalah hari minggu dan pengrajin batik sedang libur,kami tidak bisa melihat langsung proses pembuatan batik. Tapi kami bisa melihat batik-batik yang dipajang di sebuah gallery bernama Balai Batik Semarang. Disini terpajang berbagai corak batik Semarangan.

Batik Semarangan (Foto:Yoszca)

Di Balai Batik Semarang,kami tidak hanya sekedar melihat-lihat batik yang terpajang,tapi kami para blogger luar Semarang ditantang untuk mencoba membuat batik. Tantangan ini tentu saja suatu hal yang nekat,karenadiantara kami tidak ada yang berpengalaman dalam proses membuat batik. Tapi beberapa blogger,termasuk saya sendiri, memberanikan diri untuk nekat membuat batik :D

Kami diajarkan oleh pengelola Balai Batik Semarang cara dasar pembuatan batik,yaitu menorehkan lilin(malam) dengan canting mengikuti pola(motif) di kain putih yang akan dibatik. Proses menorehkan malam dengan canting ini dalam bahasa Jawa disebut sebagai Mbathik.

Mbathik

95aee70e7a0e0dd0e41b764f7db0ae31_blonek-mbhatik

Blonek Belajar Mbathik (Foto:DotS)

Setelah saya coba sendiri untuk mbathik, ternyata untuk sekedar menorehkan malam pada satu garis pola di kain tidaklah mudah. Saya jadi salut dengan para pengrajin batik yang dengan begitu sabar bisa membuat batik-batik ini.

Setelah belajar mbathik,saya berbincang-bincangdengan Bapak Tri Untorotentang seluk-beluk batik. Banyak ilmu tentang batik yang saya dapat dari perbincangan dengan pak Tri. Tak lupa saya dan beberapa rekan blogger yang ikut mbathik berfoto bersama dengan pengelola Balai Batik Semarang.

Blogger Foto bareng pengelola Balai Batik Semarang

Blogger foto bareng pengelola Balai Batik Semarang (Foto: DotS)

Blonek Narsis di Balai Batik Semarang

Blonek Narsis di Balai Batik Semarang (Foto:DotS)

Terima kasih buat sahabat DotSemarang dan Balai Batik Semarang,kinisaya resmi menjadi blonek. Blogger nekat belajar mbathik.


TAGS KongkowSMG VisitSemarang2012 2nd Anniversary Dot Semarang


-

Author

Follow Me