Cerita ‘Lenggang Puspita Hotel Des Indies’ merupakan cerita pertama grup 7 dari cerita berantai #3penguasa yang diadakan oleh Komunitas Blogger Bogor. Di Grup 7 ini saya,yoswa mardhikai akan membuat cerita fiksi pertama yang nantinya akan diteruskan oleh anggota lain, yaitu @utamiutar dan @Riqo_ZHI. Begini ceritanya….
______#___________________________*——______________#______________
Hotel Des Indies,Batavia,21 April 1905
Pesta pernikahan putri seorang meneer Meester berlangsung meriah malam ini di Hotel Des Indies. Langit Batavia cerah sepanjang malam. Para priyayi dan orang Belanda berbaur dengan rianya. Maharddhika seorang pelajar HIS pribumi ada di dalam pesta pernikahan itu. Walau suasana pesta sangat meriah dengan sajian makan malam berlimpah nan lezat buat tamu,isi hati Mahardhika sangat hambar dengan suasana itu. Di luar sana banyak rakjat ketjil yang menderita kelaparan,dibebani padjak yang sangat berat oleh pemerintah Belanda. Maharddhika bisa bersekolah di HIS Utarrzhies karena rekomendasi seorang tuan tanah Belanda bernama mister Van Kam Voeng.Maharddhika pernah menolong mister Van Kam Voeng dari begundal Tjondet yang keji. Maharddhika bertekad untuk belajar dengan giat untuk membantu rakjat Indonesia merdeka kelak. Maharddhikapigi ke Hotel Des Indes ini untuk menghormati undangan meneer Van Boogorstecht,teman dari meneer Van Kam Voeng.
“Pesta yang meriah sangat,sajang koe dateng sendirian tanpa rekan-rekan HIS Utarrzhies,” gerutu Maharddhika dalam hati.
Menjelang malam pesta semakin meriah oleh hiburanpara pemusik tanjidor yang memainkan lagu-lagu dansa khas Eropa.
Sambil duduk di sudut ruangan aula Hotel Des Indies,sudut mata Maharddhika berkeliling melihat mereka yang berdansa-dansi. Tak berapa lama Maharddhika terkesima dengan keanggunan seorang wanita cantik bergaun putih bunga-bunga yang sedang berdiri di dekat lukisan indah karya Raden Saleh.
“Hai,noni cantik,Koe terpesona tiada berkata dengan tjahja anggoenmu.siapa namamoe gerangan ?” gumam Maharddhika dalam hati.
“Ahaaa,mengapa dia menatap matakoe kini. Dia tersenjoem padakoe maloe maloe”
Sekonyong-konyong seorang pria Belanda berbaju vantoveel putih mengajak wanita cantik bergaun putih bunga-bunga berdansa. Maharddhika tersenyum getir melihat ini.
“Oh dara bergaun bunga-bunga,dirimoe kini berdansa dengan kamoe poenja boyfriend.Roepanja kamoe itoe putri seorang meneer. Aku tahu karna pria jang mengajakmu dansa djoega putra seorang bangsawan Belanda,”
“Koe tahoe ia poen verliefd padakoe,kerna ngelirik teroes tersenjum,hanja sampai disitoe,kerna situatie memang begitoe” ratap Maharddhika dalam hati.
Sepulang dari pesta,Maharddhika terus terbayang dengan wajah wanita cantik bergaun bunga-bunga yang tadi tersenyum kepadanya.
“Akoe tak moengkin mendapatkannja,Nu ben ik minder,ik ben een inlander,kapankah Ost indie djadi merdeka,harapan orang priboemi,lopeoetlah sudah si nona idaman,poelang lah akoe sendirian,” senandung Maharddhika sambil membayangkan wanita bergaun bunga-bunga.
Bersambung….
#Kisah ini akan dilanjutkan oleh saudari saya,nyonya @utamiutar di blognya www.utamiutar.com
N.B Terjemahan:
- verliefd= Cinta
-Nu ben ik minder,ik ben een inlander = kekuranganku,aku hanyalah seorang pribumi





















aduh baru kelar yg satu, sdh hrs nulis lagi. cepet amat sih oooommm?
Mumpung imajinasi ide ceritaku belum menguap dari otak
ceritanya bagus ni, sukses selalu
bagus ceritanya
mantaaap!
Dank U
Kenapa dipenggal-penggal padahal bagus banget.
Erg blij met zijn geschriften.
Keren.
@rie fabian-
dank u.. ini cerita bersambung #3Penguasa yg ditulis 3 blogger berlainan
wadoeh ik moest leren sebeloem menoelis landjoetannja ..
Ik wacht op spannende verhalen meesteres utami utar
ini mantep banget, Yos. ceritanya bakalan seru, walau gak tau kayak apa endingnya nanti.
hehehe,makasih buat pujiannya..jarang-jarang saya bikin cerita fiksi,mendadak dapat ide cerita ini sehabis denger lagu..kita nantikan saja cerita lanjutannya di blog nyonya utami utar…
Utamiutar, rasakanlah itu! Baru selesai 1 fiksi, harus menulis kembali lanjutan cerita ini :))
woeah mardhikai poenya kisah keren sekali
baca sambungannya woeah
Terima Kasih..nantikan kisah selanjutnya di blog nyonya utami utar
om paragraf pertama kok ada namaqu? :”>
uupsss..sudah diralat Airyz
,tadi memang saya mengutip kata-kata di awal paragraf dari cerita #3Penguasamu
Hah?
fiksi nih bang??
kwereeeeeen…
tapi kenapa ejaan nya jadi begitoe?
eykeh soesyeh bacanye…
*alay*
Kan nuansa ceritanya Batavia tempo doeloe bu..
Keren…..cerita dengan latar jaman kompeni
wah bisa nambah2 kosa kata bahasa belanda nih
eh aku juga ikut rantai cerita ini, blm dapat giliran