Mempertanyakan komitmen Presiden SBY dalam Pemberantasan Narkoba

31 May 2012

Adalah ironis untuk sebuah negara yang sedang gencar-gencarnya memerangi narkoba, presidennya memberikan grasi kepada seorang terpidana kasus narkoba yang telah di vonis 20 tahun penjara. Memang wewenang pemberian grasi ada pada seorang presiden dan tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun. Namun publik berhak juga untuk mendapat penjelasan. Entah alasan kuat seperti apa yang menjadi pertimbangan seorang Presiden SBY untuk memberikan grasi kepada napi tersebut.

210606fffed79654a4ce32b48c2193c2_sby

(Foto:regionaltimur.com

Schapelle Corby yang merupakan warga negara Australia, tertangkap tangan saat berusaha menyelendupkan ganja sebanyak 4,2 kg di Bandara Ngurah Rai, Bali pada tanggal 9 Oktober 2004 silam. Kasus yang menimpa dirinya sempat menghebohkan masyarakat Indonesia pada waktu itu. Corby divonis harus menjalani masa hukuman selama 20 tahun. Minggu lalu Corby mendapatkan grasi pengurangan hukuman 5 tahun dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada beberapa pernyataan yang berbeda yang dikeluarkan oleh beberapa pembantu presiden, di antaranya ada yang mengatakan presiden memberikan grasi kepada Corby karena terkait sejumlah nelayan kita yang ditahan di Australia. Ada juga yang mengatakan karena alasan kemanusiaanlah yang menjadi pertimbangan presiden. Sebenarnya mana yang benar dengan pernyataan tersebut? Kesimpangsiuran pernyataan dari beliau-beliau tentu akan membingungkan publik.

Dengan adanya pemberian grasi kepada pengedar narkoba, tentu saja akan menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Di mana letak konsistensi dari pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba di negeri ini. Bagaimana penanganan masalah narkoba kedepannya? Tentu saja ini akan berdampak besar terhadap penanganan masalah narkoba di tanah air. Langkah yang diambil oleh pemerintah merupakan suatu langkah mundur. Berbagai upaya yang pernah dilakukan pemerintah dalam pemberantasan narkoba seolah-olah harus terhenti sampai di sini. Bagaimana tidak? Grasi presiden terhadap Corby ini telah membuat ruang gerak bagi pengedar narkoba baik yang berskala nasional maupun internasional untuk semakin mengembangkan bisnisnya di Indonesia .

Negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia serius dalam menangani kasus-kasus narkoba. Hukuman berat yang diberikan kepada pengedar narkoba, tentu saja akan membuat para pelaku narkoba berpikir ulang untuk melakukan tindak kejahatan di negara tersebut. Kapankah pemerintah kita bisa mencontoh konsistensi dari pemerintah negara tetangga dalam memerangi narkoba?


TAGS Anti narkoba schapele corby ratu mariyuana


-

Author

Follow Me