‘Epen kah Cupen toh’ , Sketsa Humor Tradisional Yang Menyegarkan

21 Aug 2013

Pada saat bulan Ramadan lalu KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) menegur enam tayangan humor yang ditayangkan oleh beberapa Stasiun TV Nasional, yang dianggap menampilkan lawakan yang berisi pelecehan dan jauh dari nilai Ramadan.

Memang sudah cukup lama saya tak menemukan acara humor di TV Nasional yang berisi humor-humor cerdas seperti era Bagito Show masih berjaya.

Beberapa tahun lalu saya masih bisa tertawa lepas menyaksikan tayangan humor ala Srimulat, Extravaganza dan Patrio. Ada juga tayangan humor yang dibalut dengan nuansa tradisional pada program ‘Ketoprak Humor’.

Beberapa minggu lalu secara tak sengaja saya menemukan kumpulan video humor tradisional bernuansa kehidupan orang Papua saat berselancar di situs You Tube, yaitu ‘Epen kah Cupen toh’.

253e46d9fa44ff2b6691198014850dee_epen-cupen

‘Epen kah Cupen toh’ adalah kumpulan sketsa humor ala Papua yang diperankan oleh para bintang film ‘Melody Tanah Rusa’ (kisah film Melody Tanah Rusa akan saya tuliskan khusus di blog ini nanti).

Humor ala Papua biasa disebut oleh orang Papua sebagai MOP. MOP pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Papua oleh bangsa Belanda saat zaman penjajahan di Indonesia,khususnya di Papua. MOP diambil dari istilah April MOB atau lelucon April yang saat ini serentak dirayakan dunia Internasional setiap tanggal 1 April.

Kata-kata yang menjadi ciri khas dari MOP , antara lain :* pace = sebutan untuk pria dewasa / bapak; * mace = sebutan untuk wanita dewasa / mama; * tete / nene = kakek / nenek; * kitorang = kita; * pu = kepunyaan

Pada sketsa humor ‘Epen kah Cupen toh’ banyak cerita lucu yang sukses membuat saya tertawa terpingkal-pingkal dengan kesederhanaan cerita tanpa sedikit pun melecehkan bentuk fisik orang.

Tokoh utama dalam sketsa humor ‘Epen kah Cupen toh’ adalah Dodi Mahuze yang merupakan seniman asli Papua yang berasal dari Muting( salah satu daerah di Merauke), dan Suroso yang merupakan seorang berdarah Jawa asli dari desa transmigrasi di Semangga 2 Merauke. Uniknya sahabat sahabat Edi sebagian besar adalah anak anak asli Marind daripada anak anak Jawa. Sejak kecil ia memang hidup dan besar bersama sama penduduk asli Merauke

Beberapa sketsa humor yang selalu terekam dalam memori pikiran saya dan selalu membuat saya tertawa bila mengingatnya adalah sketsa kisah lucu ‘Menulis Data Diri’, ‘Kendaraan Buat Kuliah’, ‘Pengendara Motor Sombong’, “Obat Penurun Panas’, ‘Sayur Paku’,Film Setan &Film Perang”, dan sebagainya. Sengaja saya tak cerita dimana letak lucunya sketsa humor ‘Epen kah Cupen toh’ agar pembaca blog ini bisa tertawa lepas melihat link video yang saya tautkan tertawa..Silahkan tertawa melihat ‘Epen kah Cupen toh’, Sketsa Humor Tradisional Papua Yang Menyegarkan.

[kml_flashembed movie="http://www.youtube.com/v/efLxgT5LBBg" width="400" height="310" wmode="transparent" /]


TAGS Epen Cupen Humor Tradisional


-

Author

Follow Me