Cinta Tanah Air ala WSATCC ‘Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah’

25 Aug 2013

Industri musik musik Indonesia memang sedang terpuruk dalam hal penjualan fisik, namun prestasi mengagumkan kerap dibuat oleh band-band Indie yang mendapat penghargaan Internasional, beberapa diantaranya yaitu Burger Kill, Navicula, White Shoes and The Couples Company.

ac8e5f9b4b33639eeaa5fa8f371778a2_white-shoes-and-the-couples-company

Band yang saya sebutkan terakhir selalu mendapat tempat dihati saya sejak awal kemunculannya di blantika musik Indonesia. White Shoes and The Couples Company (WSATCC) yang digawangi oleh Ricky Virgana, Saleh bin Husein, Aprilia Apsari, Yusmario Farabi, John Navid, dan Aprimela Prawidyanti, sempat tenar di jalur mainstream pada era awal tahun 2000-an saat lagu-lagu di album pertama mereka seperti ‘Senandung Maaf’ dan ‘Windu Defrina’ merajai chart di MTV. Sejak saat itu saya selalu terkagum-kagum dengan kualitas musik yang diciptakan band ini.

Pilihan nada dan lirik yang mereka buat membuat benak kita melayang merasakan romansa era Orde Lama. Bahkan sang vokalis utama WSATCC, Aprilia Apsari atau akrab juga dikenal sebagai Nona Sari merupakan satu dari sedikit vokalis yang selalu membuat saya jatuh cinta berbunga-bunga, jatuh cinta kepada suaranya, jatuh cinta kepada gayanya di panggung, dan jatuh cinta pula juga kepada dirinya..hehehe

4052c46f74f5af70db5906ecc5a5a301_menyanyikan-lagu-lagu-daerahTahun 2013 ini, White Shoes and The Couples Company kembali membuat gebrakan hebat di blantika musik Indonesia. WSATCC menyatakan rasa cinta tanah air dengan menelurkan album ketiga yang diberi judul ‘Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah’ yang direkam di studio legendaris Lokananta. Alasan WSATCC membuat album dengan mendaur ulang lagu-lagu daerah yang dulu sangat populer dituliskan langsung oleh mereka pada sebuah buklet yang ada di album ini:

“Kami selalu mencintai musik populer era Orde Lama. Tak pernah usai bermimpi akan kembalinya waktu ketika lagu berbahasa Minang dinyanyikan oleh biduan Ambon serta dinikmati oleh orang Jawa sambil menyantap Coto Makassar. Masa ketika lagu seperti “Ayam Den Lapeh” menjadi raja di kawasan. Bagi kami itu merupakan musik populer Indonesia yang sejati. Era tersebut mendefinisikan musik pop negeri ini, Dan tiada penanda yang lebih layak selain Lokananta.

“Kami cukup kaget melihat keberadaan studio yang berada di kota Solo tersebut yang ternyata masih bisa dapat digunakan untuk berkreasi. Tanpa pikir panjang, langsung saja kami berangkat untuk mewujudkan impian lama: merekam lagu-lagu populer berbahasa daerah Indonesia langsung di pabrik aslinya. Seperti layaknya para Bintang Radio serta Orkes RRI pada era emas tersebut.

“Kami menghabiskan dua hari untu membuat sesi rekaman secara live (kecuali untuk vokal) di studio legendaris tersebut. Memaksimalkan peralatan yang nyaris tak pernah diremajakan, dengan segala bentuk kekurangannya. Dua hari yang amat seru, penuh keriaan, kontras dengan kesan dan aroma kelam di studio.

“Kumpulan rekaman ini ibarat buku jurnal pengalaman kami dalam menghidupi roh era emas tersebut. Ada karya legendaris seniman Pasundan Mang Koko Koswara di ‘Tjangkurileung’, lagu permainan klasik Melayu “Tam Tam Buku’ alias “Trang Trang Kolantrang: atau “Chock Chock Kundong”, serenada Amboina legendaris gaya Broery & The Pros di “Lembe Lembe”, serta lagu pop berbahasa Maluku yang dibesut serta dilantunkan oleh sosok yang terlupakan, Max Lesiangi, favorit terbaru kami’
“Ini adalah tribut terbaru kami untuk masa kejayaan musik pop Indonesia tentunya, Lokananta. Besar harapan kami agar rekaman ini mendapat tempat dalam kehidupan anda, serta dapat terus dinikmati dengan penuh sukacita”

Album ‘Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah’ ini berisi lima lagu daerah yang dulu sangat populer di seantero Indonesia, yaitu “Janger Janger”, “Tjangkurileung”, “Lembe-Lembe”, “Te O Rendang O”, “Tam Tam Buku”.

Saya sangat beruntung berkesempatan langsung menyaksikan White Shoes and The Couples Company menyanyikan lagu-lagu di album mereka pada konser yang mereka adakan beberapa waktu lalu di Goethe Haus. Membludaknya penonton untuk menyaksikan WSATCC hingga akhirnya ratusan orang tak bisa menonton karena kapasitas area konser sudah penuh, membuktikan betapa band ini mempunyai fans yang loyal di seantero Indonesia. Para penonton tampak ceria dan juga mengikuti WSATCC menyanyikan lagu-lagu lama mereka dan juga lagu-lagu di album ‘Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah’. Rasa Cinta Tanah Air ala WSATCC sukses meriakan generasi muda masa kini.

1511f65b126af5643c30925a40c0abef_antrian-nonton-wsatcc Antrian penonton ingin menyaksikan konser White Shoes and The Couples Company
0e311c9a2f7bf0f3c2b2ea01fcd50ade_wtas Aksi ciamik White Shoes and The Couples Company
107c9ad417dae9446cc25000075c0499_white-shoes White Shoes and The Couples Company
cd8efc324a8f69acb00fdf96c5626a10_wsatcc Album ‘Menyanyikan Lagu-Lagu Daerah’yang kini jadi salah satu koleksiku


TAGS musik non mainstream musik dahsyat Lagu Daerah Terpopuler White Shoes and The Couples Company


-

Author

Follow Me