Merasakan Atmosfer Hostel Kelas Dunia di Jakarta

4 Sep 2013

Pada beberapa postingan saya sebelumnya di blog ini, saya pernah menyatakan bahwa salah satu kegiatan terseru yang bisa membuat diri saya terhindar dari stress akibat riuhnya Jakarta adalah melakukan aktifitas backpacker. Beberapa hari lalu secara tidak sengaja saya merasakan pengalaman tak biasa dan menyenangkan yang tak seperti biasanya saya rasakan di kota Jakarta akibat aktifitas backpacker. Pengalaman tak biasa dan menyenangkan itu adalah merasakan atmosfer hostel kelas dunia di jantung kota Jakarta.

Begini awal kisahnya….

Pada Jumat sore saya sedang berada di Kota Tua, dan secara tidak sengaja berpas-pasan dengan dua turis asing yang sedang asyik memotret suasana Kota Tua. Iseng saya menyapa mereka, ” Hello, How Are You? First time come to Indonesia?,” dan ternyata sapaan saya disambut dengan ramah oleh kedua turis asing tersebut.

Setelah berkenalan saya mengetahui nama mereka, Samantha dan Jade, dua traveller asal Kanada yang sedang berlibur di Asia Tenggara, dan Indonesia menjadi persinggahan pertama dengan rencana mengunjungi Jakarta, Bandung, Kawah Ijen, Sulawesi dan Lombok. Ketika senja tiba kami meneruskan obrolan seru ke daerah sebuah tempat minum dan makan di daerah Kebon Sirih. Obrolan saya dengan Samantha dan Jade semakin seru membicarakan banyak hal tentang berbagai tempat wisata, sampai tentang perusahaan R.I.M (Blackberry) yang memang berkantor di Kanada.

Tak terasa waktu sudah melewati jam 12 malam saat saya, Jade, dan Samantha asyik mengobrol di daerah Kebon Sirih. Sewaktu saya menanyakan dimana mereka menginap, spontan Jade menjawab bahwa sebenarnya mereka berencana untuk menginap di salah satu Hostel bernama ‘Six Degrees’, namun karena kamar privat disana terisi penuh dan menyisakan kamar dorm, jadinya mereka memutuskan untuk menginap di Hotel Ibis Budget yang ada di Cikini. Karena ingin menunjukkan keramahan ala Indonesia, saya pun mengantarkan Samantha dan Jade ke tempat penginapan mereka di Cikini. Kami pun berjanji untuk bertemu kembali sore hari untuk berkeliling Jakarta.

Setelah mengantarkan Samantha dan Jade ke hotel di Cikini saya teringat bahwa sekitar dua puluh menit lagi bakal ada siaran langsung sepakbola yang seru antara Bayern Munchen vs Chelsea. Saya lalu mencari sebuah kafe yang masih buka di Cikini dengan harapan bisa menonton siaran pertandingan UEFA Super Cup disana. Dan ternyata sekitar lima puluh meter dari Hotel Ibis Budget secara tak sengaja saya melihat plang kecil bertuliskan ‘Six Degrees’ yang tadi disebut oleh Jade. Iseng-Iseng, saya pun memutuskan untuk menyambangi ‘Six Degrees’ dengan harapan bisa ada caffe shop disana untuk menyaksikan siaran UEFA Super Cup.

Area Lantai 1 Six Degrees

Area Lantai 1 Six Degrees

Saya disambut dengan ramah oleh resepsionis Six Degress, ketika saya menanyakan apakah di tempat itu ada caffe shop, sambil tersenyum resepsionis itu mengatakan tidak ada, namun dia mengatakan disana ada theatre besar dimana saya bisa menyaksikan siaran sepak bola. Ketika saya iseng menanyakan berapa harga kamar disana, dia menjawab kamar disana tersedia dari range 120 ribu hingga 260 ribu rupiah, namun untuk saat ini hanya tersedia satu kamar dorm saja dengan biaya menginap 135 ribu rupiah, karena kamar lainnya terisi penuh. Akhirnya spontan saya membuka kamar di Six Degrees karena kebelet ingin menonton siaran UEFA Super Cup.

Home Theatre, Area Main Games, dan disediakan laptop buat tamu untuk berinternet ria

Home Theatre, Area Main Games, dan disediakan laptop buat tamu untuk berinternet ria

Sang resepsionis mengantarkan saya untuk berkeliling sebentar di lantai 1, fasilitasnya lengkap ada pool table (meja biliar), bar, meja makan, kursi tamu yang dipenuhi oleh tumpukan buku dan majalah, area bermain game yang ada konsol X-Box 360 untuk lebih memanjakan tamunya. Six Degrees juga memiliki Home Theatre dengan koleksi ribuan film yang menurut saya sangat cozy.

“]Kamar Dorm Six Degrees Yang Keren

Kamar Dorm Six Degrees Yang Keren, Pantas Tempat Ini jadi Best Hostel di Indonesia

Malam itu saya mendapatkan kamar no 9 dan tempat tidur nomor 7, terletak di lantai 3. Sewaktu mendapat kamar nomor 9 ini, saya sempat berpikir akan mendapatkan kamar dormitory seperti biasa, yaitu kamar dengan beberapa ranjang susun, seperti di hostel-hostel yang pernah saya inapi di beberapa tempat di Luar Jakarta dan luar negeri sebelumnya. Tapi dugaan saya salah.

Dorm yang bakal saya tiduri ternyata sangat menawan dan saya langsung suka pada pandangan pertama. Kamar saya ber-AC cukup dingin dengan 8 tempat tidur di kamar saya disusun bak hotel kapsul, setiap tamu mendapat satu bed seperti di dalam kapsul. Penataan dan pemilihan warna kapsul 2 susun itupun cantik. Dalam kapsul tersebut terdapat 1 kasur, bantal, selimut, kemudian pada panel dinding terdapat kipas angin kecil, lampu baca, gantungan kunci, lubang steker, kemudian colokan USB yang voltasenya sesuai untuk mencharge hape dan laptop yang saya bawa. Selain fasilitas tadi, pada bagian bawah tempat tidur terdapat kompartemen untuk sepatu yang diberi nomor sesuai nomor dorm, dan tidak lupa sebuah loker untuk tempat barang-barang berharga kepunyaan tamu.

Akhirnya malam itu saya pun jadi menyaksikan siaran langsung sepakbola UEFA Super Cup di Home Theatre yang ada di lantai 1 Six Degrees. Disana saya nonton bareng dengan seorang tamu asal Jerman yang bernama Kurt. Karena saya dan Kurt sama-sama mendukung Bayern Munchen, jadilah kami berteriak dan tertawa sepuasnya saat menyaksikan pertandingan Bayern Munchen vs Chelsea. Saya dan Kurt menonton hingga pukul 4 subuh, dan setelahnya saya sempat mengobrol sebentar dengan Kurt hingga jam lima pagi, setelah itu barulah saya tidur.

Karena hostel ini bersih, nyaman dan tenang dengan AC yang sejuk, saya bisa tidur dengan nyenyak dan betah tinggal disini. Saya terbangun jam sepuluh pagi lewat lalu mandi (di kamar mandi six degress tersedia air dingin dan air panas), setelah mandi saya bergegas ke lantai 1 untuk menanyakan waktu check out.

8f7737f9679b7061ed2ab9e3e2972c45_back-area-six-degrees

Ternyata suasana di lantai 1 sangat ramai dengan tamu-tamu yang sedang breakfast. Semua dari tamu yang ada di lantai 1 merupakan orang asing. Selain mendapatkan kamar yang nyaman dan memanjakan saya, dengan harga murah yang saya bayar, ternyata saya juga mendapatkan sarapan di pagi hari, dan menu yang saya dapat adalah roti tawar bakar, salad buah-buahan segar, plus saya bisa membuat teh manis hangat atau kopi sesuka hati yang sudah disiapkan setiap pagi.

rooftop Six Degrees yang Keren Abis

rooftop Six Degrees yang Keren Abis

Seusai sarapan, iseng-iseng saya menjelajahi seluruh area ‘Six Degrees’. Dan ada banyak kejutan yang menyenangkan disini. Di lantai 4 terdapat kitchen yang bisa dipakai tamu serta sebuah meja makan yang cukup besar. Di lantai 4 tadi juga terdapat area gym, jadi tamu bisa berolahraga disana. Kejutan tak hanya sampai disini, di rooftop (area terbuka di lantai atas) juga terdapat taman kecil dengan balai-balai yang bisa dipakai untuk bersantai atau sekadar menikmati panorama kota Jakarta yang cantik dari atap hostel. Koneksi wi-fi di area rooftop pun saya kencang, jadi saya tidak mengalami kesulitan mengakses internet karena koneksi wi-finya mencakup semua lantai. Sungguh benar-benar fasilitas dan layanan yang mengesankan.

Karena saya terkesan dengan yang saya lihat di sekitar Six Degrees, saya pun memutuskan untuk memperpanjang waktu menginap saya disini. Ternyata saat ingin memperpanjang masa menginap, resepsionis mengatakan saya harus berganti kamar karena kamar yang saya tempati telah di-booking. Saya pun akhirnya mendapatkan kamar nomor 10 yang memiliki 4 dorm. Hal ini memang wajar, karena tingkat okupansi hostel ini cukup tinggi, tamu datang silih berganti. Suasana akrab cepat sekali terjalin antara tamu dan para kru hostel. Di malam hari para tamu yang mayoritas adalah backpacker traveler berkumpul di lantai satu, beberapa tamu ada asyik nongkrong sambil menikmati suasana malam di depan hostel dan di rooftop.

Area Memoribilia yang ditempeli/digantungi testimoni tentang Six Degrees dari tamu yang berasal dari seantero dunia

Area Memoribilia yang ditempeli/digantungi testimoni tentang Six Degrees dari tamu yang berasal dari seantero dunia

Tingkat okupansi yang tinggi disini tak lain karena kualitas layanan dan fasilitas hostel ini sangat memuaskan, berkelas hotel bintang empat, sehingga tamu-tamu merasa betah disini. Dengan segala layanan fasilitas, kenyamanan dan standar tinggi, sangat layak jika Six Degrees Backpackers Hostel meraih predikat The Best Hostel in Indonesia tahun 2013 versi hostelworld.com . Six Degrees memang hostel dengan cita rasa kelas dunia.

Sore harinya saya pun berkeliling sekitar pusat kota Jakarta bersama denga Jade dan Samantha. Saya pun menceritakan tentang atmosfer suasana asyik di Six Degrees kepada mereka, dan mengajak mereka untuk menginap disana. Mereka sangat tertarik, sayangnya Samantha dan Jade sudah merencanakan pergi pada malam hari ke Bandung.

Jade&Samantha, Gara2 Ketemu Mereka Saya Merasakan Six Degrees, Masih Terbayang serunya naik Bajai Bareng Mereka..Miss U all Buddies

Jade&Samantha, Gara2 Ketemu Mereka Saya Merasakan Six Degrees, Masih Terbayang serunya naik Bajai Bareng Mereka..Miss U all Buddies

Merasakan atmosfer Six Degrees, hostel dengan cita rasa kelas dunia sangat berkesan bagi saya. Bila ada kesempatan, saya akan kembali menginap di tempat ini, kalau bisa beramai-ramai dengan rekan-rekan saya.

CARA MENDAPATKAN LOKASI SIX DEGREES:

Website resmi Six Degrees Backpackers Hostel ada dijakarta-backpackers-hostel.com

Rate di hostel ini antara Rp 120.000 Rp 260.000,00

Alamat :Jalan Cikini Raya 60 B-C,Jakarta 10330.

Telepon : 021 -314 1657

Untuk mencapai hostel ini cukup mudah, sekitar 250 meter arah utara Stasiun Cikini, sekitar 400 meter dari Jalan Surabaya, sekitar 300 meter arah selatan dari Taman Ismail Marzuki, 1 Km arah selatan dari Monas, lokasinya persis di seberang SMP Negeri 1 Cikini, tepat di sebelah Texas Fried Chicken Cikini searea dengan Kantor penjualan tiket Ibu Dibjo.

[credit: Efenerr.com]


TAGS Enjoy Jakarta Tempat Wisata Jakarta wisata eksotis DKI Jakarta Six Degrees


-

Author

Follow Me