NESTAPA JEJAKA,BERDAMAI DENGAN DENDAM,KOPI PERSAUDARAAN,HANGAT ABADI

8 Sep 2013

NESTAPA JEJAKA

Nestapa Jejaka
Bermuram Durja
Mendung Di Mega-Mega Wajah
Teringat Cinta Tak Lagi Senada

Nestapa Jejaka
Ditinggal Nona Yang Dulu Kerap Bersama
Mula Prahara Asmara
Mama Papa Nona Punya Lain Rencana
Pilihkan Tuan Muda Bermobil Jingga Buat Sang Nona

Nestapa Jejaka Muda
Senadungkan Kidung Lara
Coba Lupakan Sang Nona

Nestapa Jejaka Muda
Naik Kereta Tinggalkan Kota
Saat Senja Tiba

BERDAMAI DENGAN DENDAM

Ku Pernah Teriakkan Amarah Dengan Keras
Benci Keadaan Jalani Jalan Terjal
Kadang Benci Diri Sendiri
Benak Hitam Pernah Ingin Tinggalkan Bumi

Dendam Masa Lalu Masih Bergemuruh Di Hati
Tapi Sentuhan Keajaiban-NYA Buatku Bertahan Hingga Kini

Saat Raga Kian Bertambah Tua
Ku Mulai Belajar
Untuk Berdamai Dengan Dendam

KOPI PERSAUDARAAN

Mari Kita Rayakan Nikmat Oksigen Gratis Petang Ini
Dengan Kopi Manis

Mari Bersama Rasakan Kopi Persaudaraan Dengan Sederhana
Hentikan Saja Dulu Pencet Tombol Gadgetmu

HANGAT ABADI

Di Malam Ini Terasa Sunyi
Dingin Dan Serasa Mau Membeku
Di Luar Ku Lihat Hujan Rintik-Rintik
Yang Membuatku Semakin Kaku

Akankah Semua Ini Berganti
Dan Ku Rasakan Kehangatan Abadi
Yang Membuatku Terlelap Nanti
Lalu Terbangun Di Pagi Hari

abcf5883d5f9a0eb385ca582fe2159e4_love-sign

[Nestapa Jejaka, Braga, Juni 2013]
[Berdamai Dengan Dendam, Bunderan HI, November 2011]
[Kopi Persaudaraan, Senayan, Februari 2013]
[Hangat Abadi, Cijantung, Maret 2000]


TAGS Kontemplasi


-

Author

Follow Me