Braga.. Pada Suatu Pagi

10 Sep 2013

[Kisah sebelumnya~ Pada akhir Juni gue memang sedang jalan-jalan ala backpacker di Kota Kembang itu. Gue memang sengaja backpacking karena gue merasa sedang dalam titik jenuh melakukan rutinitas padat di Jakarta yang bikin spontanitas dan kreatifitas gue berkurang. Ditambah lagi harus menghadapi kemacetan yang makin parah di Jakarta, makin lengkaplah jiwa gue merasa semu. Karena jatah cuti gue sudah habis, maka gue memutuskan backpacking ke kota terdekat, Bandung. Gue tak punya agenda khusus mau pergi kemana di Bandung nanti. BACA KISAH SELENGKAPNYA di postingan "Mendadak Ikut Kopdar Tanpa Modus"

00.00 - 05.00 WIB (30 Juni)

Sesampainya di penginapan di Jalan Braga, gue langsung mandi dan bersantai sebentar di area santai tamu. Disana kebetulan ada TV yang sedang menyiarkan siaran tenis.. ahaa perfect! Kebetulan gue lagi susah tidur karena siang dan sore terlalu banyak minum kopi. Beberapa menit gue asyik menyaksikan siaran pertalndingan tenis, salah satu tamu asing yang berada di penginapan itu ikut nimbrung bersama menonton. Tamu asing itu bernama Pierre berasal dari Marseille, Prancis yang sudah beberapa kali berkunjung ke Indonesia.

Ternyata Pierre sangat fanatik terhadap pertandingan tenis. Kami pun asyik bercerita tentang siaran tenis yang kami saksikan dimana pada waktu itu Novak Djokovic dan Serena Williams sedang bertanding. Karena kebetulan gue suka tenis sejak SD, maka kami pun asyik bercerita tentang jagoan-jagoan tenis dari era lama hingga kini. Kebahagiaan yang tiada kiranya bagi gue, karena sudah cukup lama (mungkin sekitar tiga tahunan) gue tak pernah mengobrol seayik ini tentang dunia tenis dengan orang yang memang benar-banar mengerti tenis. Yang sedikit membanggakan bagi gue sabagai orang Indonesia, ternyata si Pierre ini mengenal mantan srikandi Indonesia era 90-an, Yayuk Basuki!

Sekitar jam lima subuh kami pun mulai mengantuk, lalu kami beranjak ke peraduan masing-masing yang sangat sejuk. Entah. apakah gue mimpi indah atau tidak pada saat itu...

09.30 - 11.30 WIB (30 Juni)

Gue terbangun karena pengen buang air kecil..hehehe. Ternyata pagi sudah akan segera berganti siang. Setelah memakan sarapan pagi ala kadarnya yang disiapkan pihak penginapan, tanpa mandi gue keluar dari penginapan mengenakan celana pendek untuk mencari udara segar di kota Kembang.

a410d788dcea748d60ed3906093369dd_braga2707e26adbdee919e7c5d99508ad33d4_model-di-jalan-braga

Di sepanjang jalan Braga tampak puluhan anak muda yang sedang melakukan jogging. Beberapa seniman tampak menggelar hasil karya lukisannya di sepanjang trotoar. Karena ingin mengeluarkan keringat, saya pun berjalan menelusuri sekitar Braga hingga Jalan Lembong dan jalan Kejaksaan.

5a435c3cb67c37228019575306d53158_sudut-asia-afrika

Langkah kaki gue pun tanpa terasa sudah tiba hingga ke Jalan Asia Afrika. Ternyata di pagi hari itu, masih tampak angkuh kemegahan gedung-gedung tua peninggalan era sebelum dan awal Kemerdekaan di sekitar Jalan Asia Afrika. Beberapa turis asing tampak sedang dipandu oleh guide tour. Ada juga beberapa orang domestik yang sibuk memotret disana.

d95518047bce0e495ace6e18bac3aae7_jalan-asia-afrika

Beberapa puluh meter setelah melintasi Hotel Savoyy Hoffmann, mata gue tertuju kepada sebuah bangunan yang tampak suram dengan cat putih. Ternyata bangunan bercat putih itu adalah bangunan penting bersejarah, Museum Konferensi Asia Afrika. Mungkin banyak generasi muda Indonesia ini yang menyadari bahwa Museum Konferensi Asia Afrika itu merupakan salah satu saksi bisu kehebatan Indonesia sebagai salah satu negara yang disegani pada kancah internasional pada era 1960an di masa kepemimpinan Presiden Soekarno.

Di depan gedung Museum Konferensi Asia Afrika tampak sebuah banner dibentangkan yang memberitahukan bahwa di dalam gedung sedang dipamerkan foto-foto langka Presiden Soekarno. Ahaay, ternyata gue sedang beruntung pada pagi itu karena bisa berlibur sambil menikmati momen langka tersebut.

408b999c85a2cc522d4820d6dbf47c11_turis-di-museum-kaa

Gue pun langsung masuk ke Museum Konferensi Asia Afrika, tampak beberapa orang sedang asyik memandangi diorama dan foto-foto di dekat pintu masuk. Ketika gue ingin mengambil foto disana, ternyata baterai HP gue habis... Gue pun menggerutu dalam hati tak bisa mengabadikan foto-foto bersejarah yang mungkin tak akan gue lihat lagi di masa mendatang.

Puas mengamati dan menikmati kejayaan Indonesia di era 1960-an yang terpampang jelas dalam foto-foto dan diorama di Museum Konferensi Asia Afrika, gue pun beranjak kembali ke penginapan di Jalan Braga.

Sesampainya di Braga, gue malah kepikiran untuk minum kopi kembali sebelum balik ke penginapan. Ternyata di bawah tempat penginapan gue itu ada Kedai Kopi Tiam yang cukup tersohor. Dan disana sudah ada Pierre dan kekasihnya Yvone juga sedang minum kopi [tapi mereka ngakunya sedang brunch ..hehehe] Jadilah gue menikmati pagi di Braga sambil minum kopi di Kedai Kopi, tak lupa sambil asyik berselancar di dunia maya :D

b839f4126b41a677890068adddd89323_kopi-pagi-di-braga

bersambung…


TAGS Braga Bandung Jalan Asyik


-

Author

Follow Me