Loyalitas - Belajar Dari Pernyataan Jujur Kukuh TW

10 Jan 2014

3b29493ccc9faf9636b8a5753a63ca43_loyalitas

Malam ini gue sangat terkesan dengan status Facebook yang dibuat salah seorang tokoh berpengaruh dalam dunia blog Indonesia. Tokoh yang saya maksud adalah mas Kukuh TW, beliau selama ini terkenal sebagai co-founder Idblognetwork. Dalam statusnya itu beliau mengeluarkan pernyataan yang luar biasa mengagumkan ini”

“pengumuman untuk blogger idblognetwork

Saya atas nama Kukuh TW menyampaikan permohonan maaf kepada banyak blogger idblognetwork yang belum mendapatkan pay out yang seharusnya sudah mendapatkan pada bulan ini january 2014, terus terang ada beberapa blogger yang seharusnya mendapatkan pay out sejak bulan september 2013, tapi belum mendapatkan hak pembayarannya sampai dengan bulan january 2014.

saya atas nama pribadi mohon maaf sebesar-sebesarnya, keterlambatan dari pihak client membayar ke idblognetwork. memang menjadi salah satu penyebab utama, tapi saya pahami blogger tidak bisa diminta untuk bersabar terus menerus. saat ini sedang diusahakan untuk mendapatkan dana pinjaman sementara ke berbagai pihak terkait. sebagai insan korporat, saya menyadari bahwa hal-hal seperti ini harusnya ditutup-tutupi, akan tetapi sebagai individu, saya menyadari bahwa berterus-terang adalah jalan terbaik, ya memang kondisi saat ini. memang tidak memungkinkan bagi idblognetwork untuk melakukan pembayaran pay out ke seluruh blogger.

kami memprioritaskan blogger yang `galak` dan kami memahami betapa `marahnya’ sebagian blogger atas jerih payah yang sudah dilakukan 3-4 bulan lalu, tapi belum mendapatkan hak yang seperti dijanjijkan. saya menyadari bahwa bayarlah upah orang yang bekerja sebelum kering keringatnya harus diutamakan, oleh karena itu, bantuan dana talangan sementara sedang dicarikan, mohon maaf sebesar-besarnya.

saya pribadi sebagai bagian insan kecil dari ekosistem advertising (Brand -> Digital Agency -> Media) tidak bisa menghindari dari kebiasaan pembayaran yang bisa dilakukan berjarak antara 60-90 hari (realitanya bisa lebih dari itu) setelah campaign selesai. saya hanya bisa berharap suatu hari nanti ada perubahan mekanisme pembayaran yang lebih cepat pada dunia industri advertising indonesia

Terima kasih atas kesabaran teman-teman blogger selama ini, mohon maaf sekali lagi

Kukuh TW

CTO idblognetwork”

abf881cc2590ceaab66d3ef53fe7bfcc_belajar-kejujuran-dari-kukuh-tw

Pernyataan jujur mas Kukuh TW itu direspon dengan positif oleh berbagai Facebooker dan juga Blogger yang membacanya. Gue juga dengan berterus terang menyatakan salut dengan sikap mas Kukuh TW tadi dengan menyatakan ini di thread status Kukuh TW itu

“Saya respek yang setinggi-tingginya dengan sikap mas Kukuh.. dengan thread ini sumpah gue gak akan copot keanggotaan sebagai blogger IBN selama IBN masih ada”

6adbc94a9075caab634c197195de4268_salut

Pernyataan gue itu menyatakan bahwa >> gue akan loyal tak akan mencabut keanggotaan dari IBN, meskipun kondisi mereka sedang sulit untuk melakukan pembayaran. Toh, bisa saja gue atau rekan-rekan blogger lainnya dengan mudah berbalik arah meninggalkan Idblognetwork karena tak menjanjikan kepastian pembayaran dari hasil kerja kita berdasar pernyataan mas Kukuh TW tadi. Namun sikap loyal gue ini berdasarkan berbagai pengalaman yang gue alami , bahwa sungguh sangat menyakitkan rasanya ditinggalkan oleh banyak rekan atau sahabat disaat kita sedang terpuruk kesusahan.

—————————————————————————————————————-

Pengalaman ditinggalkan oleh banyak rekan atau kerabat disaat kita sedang terpuruk kesusahan pernah gue lihat langsung diderita almarhum Bapak gue dahulu. Sewaktu Bapak masih jaya (waktu itu gue masih SD), banyak sekali kerabat dan dan juga teman beliau yang baru merantau, tinggal lama di rumah Bapak, sebelum akhirnya mereka pergi dari rumah kami setelah berhasil meraih mimpi mereka di kota Metropolitan Jakarta. Namun dikala almarhum Bapak tak jaya lagi karena ditipu orang dan kondisi Bapak juga sakit-sakitan karena Malaria yang sering kambuh, hanya beberapa kerabat dan dan juga teman Bapak yang dulu tinggal lama di rumah kami, mau mengunjungi rumah kami yang tak besar lagi seperti saat Bapak jaya dulu.

Pengalaman pahit lainnya ditinggalkan banyak rekan saat terpuruk bahkan gue alami kira-kira setahun yang lalu. Kondisi gue saat itu mungkin nyaris sama dengan kondisi Idblognetwork saat ini. Kala itu gue harus menghadapi kenyataan pahit diingkari oleh rekanan besar yang sebelumnya menjanjikan akan bekerja sama, di sisi lain gue harus melaksanakan kewajiban untuk menyenangkan banyak pihak melakukan kegiatan rutin tahunan yang membutuhkan dana besar. Sebenarnya kegiatan rutin tahunan yang diinginkan banyak pihak itu tak gue setujui dari awal, karena pada saat itu gue berpikir lebih baik membuat kegiatan sederhana intern terbatas menggunakan dana minim terbatas yang kami punya.

Karena kegagalan gue itu menggaet rekanan besar untuk kegiatan tahunan, ternyata berbagai pihak banyak yang marah-marah dengan gamblang menyatakan gue tak becus bahkan tak bertanggung jawab, dan bahkan ada yang menyatakan gue penipu ingkar janji (persis seperti yang dialami oleh Idblognetwork yang dimaki oleh blogger `galak` yang sedang`marah’) karena gak mau menalangi kegiatan tahunan dengan dana terbatas yang kami punya. Padahal pihak yang marah-marah itu tak akan mengerti bagaimana perjuangan gue untuk mendapatkan dan menyelamatkan dana minim yang tak seberapa itu untuk kelangsungan masa depan kami bersama. Kondisi gue saat itu diperparah dengan keadaan dua orang keluarga kandung yang sedang sakit parah, sehingga pikiran gue sangat kacau balau pada waktu itu.

Pada akhirnya gue memutuskan untuk menyelamatkan dana terbatas itu dengan sikap tak menyambangi kegiatan rutin tahunan itu. Gue siap dengan resiko dibenci dan dimaki-maki, yang penting dana terbatas itu selamat, dan gue juga menyatakan secara terbuka meminta maaf kepada banyak pihak yang marah-marah itu karena ketidak hadiran gue, serta menyampaikan berbagai fakta yang meresahkan gue selama ini. Dan yang terpenting dana terbatas itu gue serahkan dengan bukti terbuka kepada banyak pihak itu setelahnya untuk kegiatan darurat, walaupun mereka tidak tahu jumlah dana terbatas yang gue sampaikan kepada mereka itu melebihi yang pernah gue terima dulu.

Beruntung pada saat gue terpuruk dibenci banyak pihak karena keputusan gue, masih ada tiga-empat orang rekan yang menyatakan dukungan kepada gue walaupun tak secara terbuka. Dukungan dari tiga-empat rekan di saat gue terpuruk itu membesarkan hati gue, dan buat gue bisa belajar banyak dengan arti loyalitas.

—————————————————————————————————————————————-

Khusus untuk Idblognetwork sendiri pernah membuat hal yang besar buat gue. IBN pernah dua kali memberikan pay out kepada gue dua tahun yang silam. Bahkan kalau rekan-rekan blogger masih mengingat, IBN berjasa besar mengumpulkan ribuan blogger kopdar di Sidoarjo tahun 2011 silam, dan ratusan dari blogger itu termasuk juga gue diongkosi ke Sidoarjo. Secara khusus juga IBN pernah dengan sukarela memberi bantuan dana senilai jutaan rupiah kepada kami yang sedang membutuhkan menyelenggarakan event Es Dogger. Jadi sangat tidak etis bagi gue pribadi bila gue cabut meninggalkan IBN disaat mereka sedang kesusahan saat ini.

Jadi malam ini, gue banyak belajar dengan pernyataan jujur mas Kukuh TW malam ini, yang dengan kebesaran hatinya menyampaikan kesulitan yang sedang menimpa tempatnya bekerja untuk menunaikan tanggung jawab. Padahal resiko besar terbayang bisa terjadi dengan pernyataan jujur mas Kukuh TW di atas. Pihak IBN bisa dibenci banyak klien, bisa ditinggalkan pergi banyak blogger, bahkan bisa menimbulkan riak dalam tubuh IBN itu sendiri. Namun percayalah mas Kukuh TW, bahwa banyak pihak yang menjadi loyal kepada IBN dengan kejujuranmu itu. SALAM HORMAT.


TAGS Kukuh TW Idblognetwork Inspirasi untuk Indonesia my mind SHARING


-

Author

Follow Me