• 23

    Nov

    MELIHAT

    Melihat Ke Dalam, Untuk Introspeksi Diri Melihat Ke Luar, Untuk Menambah Wawasan Melihat Ke Bawah, Bersyukur Atas Semua Nikmat Yang Ada Melihat Ke Atas, Memperoleh Semangat Untuk Maju Melihat Ke Samping, Memadu Semangat Kebersamaan Melihat Ke Belakang, Sebagai Pengalaman Berharga Melihat Ke Depan, Untuk Menjadi Lebih Baik
  • 22

    Apr

    WIJI THUKUL, Si Cadel Jadi Setan Gundul

    Wangi perjuanganmu masih tercium hingga saat ini Ingin rasanya dengar langsung puisi pemberontakanmu Jangan takut : LAWAN ! kata megah yang selalu kami ingat darimu Inspirasi semangat pemberontakanmu menyalak hingga kini Tiada jejak kabarmu Hilang Karna Jendral-Jendral Itu Marah Ulah mereka yang masukkan kamu yang CADEL jadi SETAN GUNDUL Kami penerusmu akan selalu teriak Untuk tunjukkan kemuakan kami dengan pengkhianat reformasi LAWAN…Lawan…Lawan
  • 25

    Dec

    Cintaku Belum Mati...Hayati

    Karena dirimu khianati sumpah cinta mati yang kau ucapkan itu…. Aku Shobari, telah tunjukkan betapa engkau salah memilih… Ku tuliskan kisah kita yang menyayat hati… Yang membawaku bangkit dari pedihnya cinta dan menaklukkan dunia… Setelah pria pilihanmu memutuskan pergi selamanya… Kau rendahkan diri memohon untuk kembali berpaling padaku… Namun egoku tegaskan pantang makan sisa-sisa… Dan ku putuskan kau harus kembali ke tempat awal kita berjumpa… Hingga akhirnya ku baca surat perpisahanmu itu… Dan aku tersadar bahwa dihatimu masih terselip kenangan cinta yang dulu… Ku coba kejar engkau, namun akhirnya kau tak pernah kembali lagi… Cintaku belum mati Hayati…. Permataku… Hayati… namamu akan selamanya tert
  • 8

    Sep

    NESTAPA JEJAKA,BERDAMAI DENGAN DENDAM,KOPI PERSAUDARAAN,HANGAT ABADI

    NESTAPA JEJAKA Nestapa Jejaka Bermuram Durja Mendung Di Mega-Mega Wajah Teringat Cinta Tak Lagi Senada Nestapa Jejaka Ditinggal Nona Yang Dulu Kerap Bersama Mula Prahara Asmara Mama Papa Nona Punya Lain Rencana Pilihkan Tuan Muda Bermobil Jingga Buat Sang Nona Nestapa Jejaka Muda Senadungkan Kidung Lara Coba Lupakan Sang Nona Nestapa Jejaka Muda Naik Kereta Tinggalkan Kota Saat Senja Tiba BERDAMAI DENGAN DENDAM Ku Pernah Teriakkan Amarah Dengan Keras Benci Keadaan Jalani Jalan Terjal Kadang Benci Diri Sendiri Benak Hitam Pernah Ingin Tinggalkan Bumi Dendam Masa Lalu Masih Bergemuruh Di Hati Tapi Sentuhan Keajaiban-NYA Buatku Bertahan Hingga Kini Saat Raga Kian Bertambah Tua Ku Mulai Belajar Untuk Berdamai Dengan Dendam KOPI PERSAUDARAAN Mari Kita Rayakan Nikmat Oksigen Gratis Pet
  • 24

    Aug

    Puisi Pertama Untuk Yemima Melodi Tirza

    Yemima Melodi Tirza.. Itulah namamu nak.. namamu berarti kidung indah yang dinyanyikan buat putri nan cantik yang terlahir setelah lepas dari masa sulit Yemima Melodi Tirza.. Engkaulah matahari terbit pertama yang terlahir setelah dua puluh tahun di keluaga kecil kita.. Terbitmu di dunia ini gantikan mereka yang juga bagian darahmu yang telah tiada… Yemima Melodi Tirza.. Tangis kencang pertamamu membuat kami tertangis bahagia menyambut kehadiranmu.. Tangis itu menjadi perkenalan kita nak.. Yemima Melodi Tirza.. Wajah chubby dan badan montok 3,8 kg-mu biarlah berkembang menjadi gadis yang cantik kelak Kau akan memikat para jejaka yang akan menggodamu puluhan tahun nanti.. Yemima Melodi Tirza.. Hadirmu telah hapus lara perginya grandpa dan auntie-mu selamanya Engkaulah kebahagiaan
  • 23

    Dec

    ALTAR

    Air mata bahagia melukiskan segalanya Perpisahan diteruskan penyatuan Kenangan masa kecil seorang gadis lepas sudah Kini Berkelana bersama kapal baru Lepas satu pikulan beban seorang ibu yang mulai menua Setelah lama ditinggal belahan jiwanya Ibu yang mulai menua kini berbunga menanti belahan sum-sumnya Beban hati si ibu masih tersisa Dia trus berdoa untuk anak laki-lakinya, Sang pengelana yg belum tertambat hatinya Belahan darahku, belahan dagingku,kini telah pergi menuju takdirnya Berlayar bersama tiupan angin di seluas samudera Menatap matahari terbit bersama sang nakhoda PELUK HANGAT PENUH CINTA UNTUK SAUDARIKU & IPARKU SELAMAT BERBAHAGIA,Ana&Mare Muarabandang,26/11/2011
  • 7

    Nov

    Sukma Dibelai Rumah Kata

    Penat,beku,pucat sukma Panas,polusi,egois,tak peka,lentuk jiwa terkekang Tapak kaki lunglai beriring remah cahaya sukma Tertiup angin ke tempat awal mula gelora tercipta Alam semesta agung tunjukkan kuasa di sudut mata Spontan langkah tuju selaksa cahaya Bersandar lama menatap orang idealis kata Detak waktu berjalan langit kini berubah warna Semilir sejuk angin temani sukma yang redup Derap kata pecinta kata gelora membahana Lantangkan debu jaman,selendang peri,mencari Tuhan Lentuk sukmaku mulai tercipta Lembut belaian mantram dilatari nada kebebasan singgah beriring Klimaks otakku tergenang endorfin Sukma kini menari lincah lentuk kembali Belai rumah kata bangunkan rumah kata yang dulu membeku di sukmaku Bogor,5/11/11,4:53,di tempat peraduanku
- Next

Author

Follow Me